RADARBANYUWANGI.ID - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan pengujian dan pemeriksaan keselamatan kendaraan wisata.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kendaraan yang digunakan wisatawan aman dan layak jalan selama masa liburan.
Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja mengatakan, program ini merupakan bentuk peningkatan aspek keselamatan transportasi wisata.
Karena itu Dishub bekerja sama dengan para pelaku usaha angkutan wisata.
Khususnya kendaraan jenis jip dan trooper yang melayani rute menuju berbagai destinasi unggulan seperti Kawah Ijen.
“Tujuannya adalah untuk bersama-sama meningkatkan keamanan dan kenyamanan wisatawan sebagai pengguna jasa angkutan wisata,” ujar Komang.
Menurutnya, pengujian dilakukan di tempat Uji Kendaraan Bermotor (KIR) milik Dishub Banyuwangi. Beberapa aspek yang diuji meliputi fungsi rem, lampu penerangan, dan emisi gas buang kendaraan.
“Kalau hasil uji rem kanan dan kiri tidak seimbang, akan kami rekomendasikan untuk segera diperbaiki di bengkel langganannya masing-masing. Begitu juga dengan lampu, apalagi banyak kendaraan wisata yang beroperasi malam hari seperti di kawasan Ijen. Pencahayaannya harus prima. Kalau asap kendaraan terlalu tebal, berarti ada masalah di mesin yang perlu segera dibenahi,” jelasnya.
Komang menegaskan, pengujian kendaraan wisata ini tidak dipungut biaya alias gratis. Pemeriksaan dilakukan setiap hari setelah pelayanan reguler selesai. Pelaksanaanya menyesuaikan kesiapan dari para pemilik trooper.
“Mulai pukul 14.00 WIB kami khususkan untuk melayani kendaraan wisata, karena pagi hingga siang kami masih melayani kendaraan umum seperti truk, bus, dan pikap. Mungkin pekan pertama November bisa dimulai," ujarnya.
Dia menambahkan, pemeriksaan idealnya dilakukan setiap enam bulan sekali agar kondisi kendaraan selalu terpantau.
Dengan begitu, pemilik kendaraan bisa segera melakukan perbaikan jika ditemukan kekurangan.
"Kami hanya memastikan aspek keselamatan dan kelengkapan kendaraan, supaya wisatawan merasa lebih aman dan nyaman selama perjalanan,” tambahnya.
Pelaku usaha tour and travel Banyuwangi, Setyo Ponco Utomo, menyambut positif inisiatif Pemkab Banyuwangi tersebut. Ia menilai program ini penting untuk menjaga kepercayaan wisatawan, terutama menjelang musim liburan panjang.
"Kami sangat mendukung program ini. Ini langkah bagus untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Kalau wisatawan merasa aman, tentu kepercayaan terhadap jasa tour di Banyuwangi juga meningkat,” ujar ketua Asosiasi Tour and Travel Agent Banyuwangi (ATTAB) itu.
Ponco menyebut, saat ini terdapat sekitar 200 unit kendaraan wisata jenis jip dan trooper yang beroperasi di Banyuwangi.
Kendaraan tersebut melayani wisata ke berbagai destinasi, mulai dari Kawah Ijen, Alas Purwo, Sukamade, hingga kawasan Taman Nasional Meru Betiri.
"Semuanya menjadi bagian penting dari eksplorasi wisata di Banyuwangi," pungkasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin