Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fenomena Blue Fire Menghilang, Wisatawan Kawah Ijen Kecewa Berat

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:45 WIB
KEAJAIBAN MENGHILANG: Para wisatawan sedang berfoto di spot blue fire yang sudah menghilang, Selasa (28/10).
KEAJAIBAN MENGHILANG: Para wisatawan sedang berfoto di spot blue fire yang sudah menghilang, Selasa (28/10).

RADARBANYUWANGI.ID - Sejak meredupnya fenomena blue fire di Kawah Ijen, banyak wisatawan maupun pemandu wisata mengaku kecewa.

Pasalnya, cahaya biru yang hanya bisa disaksikan di dua tempat di dunia ini merupakan daya tarik utama dari Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Dalam beberapa hari terakhir, api biru yang biasanya menyala terang di lereng kawah, kini tampak kecil bahkan nyaris padam.

Setelah ramai menjadi perbincangan di kalangan wisatawan dan pemandu Ijen, pihak PT Candi Ngrimbi memastikan penyebabnya karena adanya perawatan dan perbaikan di area dapur belerang.

Kondisi tersebut disampaikan sejumlah pemandu wisata yang rutin mendampingi wisatawan ke area kawah Ijen.

Salah satunya, Billy Jo Nugroho, pemandu wisata yang sering ke TWA Ijen. Ia mengatakan penurunan intensitas api biru mulai terlihat sejak akhir pekan lalu.

“Saya turun ke blue fire pada Sabtu (25/10), waktu itu apinya masih besar. Tapi mulai Minggu (26/10) apinya mulai padam,” ujarnya, Selasa (28/10).

Billy menambahkan, kondisi saat ini juga bertepatan dengan masa low season atau musim sepi pengunjung.

”Pengunjung yang turun ke lokasi blue fire sekarang memang tidak banyak. Tidak seramai saat libur panjang atau akhir pekan,” imbuhnya.

Dikatakan Billy, saat mengantar wisatawan asing ke lokasi blue fire kemarin (28/10), api bahkan tidak tampak sama sekali.

”Wisatawan yang saya dampingi sempat kecewa karena tidak bisa melihat langsung blue fire. Biasanya mereka sangat antusias untuk berfoto di sana,” katanya.

Kepala Resort TWA Kawah Ijen Sigit Hari Wibowo, membenarkan bahwa fenomena blue fire tampak lebih redup dari biasanya.

”Baru Senin (27/10) blue fire terlihat kecil. Saya juga mendapat laporan dari teman-teman pemandu wisata yang turun ke kawah tadi pagi,” ujarnya.

Meski demikian, Sigit memastikan tidak ada perubahan kebijakan atau biaya tambahan bagi wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena blue fire.

“Untuk alasan kenapa apinya kecil, itu ranahnya pihak vulkanologi ataupun PT Candi Ngrimbi. Mereka yang bisa menjelaskan lebih detail,” jelasnya.

Usai fenomena tersebut, sejumlah wisatawan dilaporkan sempat berdiskusi dan menanyakan langsung kepada pihak PT Candi Ngrimbi, perusahaan yang mengelola aktivitas penambangan belerang di kawasan kawah.

Dari hasil penjelasan pihak perusahaan, diketahui bahwa saat ini tengah dilakukan perawatan dan perbaikan di area dapur belerang, terutama pada jalur pipa penyalur cairan belerang.

“Untuk sementara ini memang masih diadakan perbaikan di area belerang karena dalam beberapa bulan terakhir produksi belerang turun secara drastis,” ujar salah satu staf PT Candi Ngrimbi.

Menurut informasi dari petugas dan staf perusahaan, dari total 90 pipa penyalur cairan belerang, hanya 75 pipa yang masih aktif dan hanya 40 pipa yang berfungsi normal.  

Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya keluaran gas dan aktivitas pembakaran belerang yang memunculkan cahaya blue fire.

“Karena perbaikan membutuhkan waktu cukup lama, kami mohon kesabarannya. Untuk sementara waktu belum bisa dipastikan kapan blue fire akan kembali terlihat normal,” tambah staf tersebut. (cw6-M Ksatria Raya/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#blue fire #wisatawan kecewa #Blue Fire Menghilang #kawah ijen #banyuwangi