RADARBANYUWANGI.ID - Event pelayaran yacht internasional Sail to Indonesia tahun ini kembali hadir di Banyuwangi.
Sejak Sabtu (4/10), puluhan yacht (kapal layar ringan) berlabuh di Pantai Marina Boom. Kapal-kapal itu mengangkut wisatawan dari sejumlah negara di benua Eropa dan Asia.
Dari data Pelindo Properti Indonesia (PPI) total ada 37 yacht yang berisi 106 peserta dari 19 negara ikut dalam event maritim bergengsi ini. Peserta terbanyak datang dari Australia (28 orang) disusul Prancis (19 orang).
Ada pula peserta dari Swedia, Irlandia, Inggris, Jerman, Spanyol, Rusia, hingga beberapa negara Asia.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian pelayaran Sail to Indonesia yang melibatkan 18 marina di antaranya Ngiarvarat, Banda Neira, Ambon, dan Batam.
Di setiap titik singgah, para peserta diajak menjelajahi berbagai destinasi unggulan, menikmati keindahan laut, budaya lokal, hingga kuliner khas daerah.
Di Banyuwangi, rencananya mereka akan berlabuh selama empat hari di mulai Sabtu (4/10) hingga Selasa (7/10).
Penumpang beberapa yacht yang telah datang lebih awal ke Banyuwangi dilaporkan telah berpetualang ke Kawah Ijen, Pulau Merah, Plengkung (G-Land), hingga Pulau Tabuhan.
Untuk memeriahkan agenda tersebut, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop UPM) Banyuwangi menghadirkan 10 pelaku UMKM lokal di area Pantai Marina Boom.
Mereka memamerkan sekaligus menjajakan beragam produk bernuansa Banyuwangi, mulai dari kopi, batik, hingga cendera mata.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Banyuwangi sebagai salah satu destinasi utama dalam rangkaian Sail to Indonesia.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada para yachter. Kami sangat bangga karena Banyuwangi menjadi destinasi dari beberapa marina di Indonesia. Semoga ini berdampak positif bagi promosi pariwisata dan meningkatkan potensi kelautan Banyuwangi. Ini bagian dari upaya kita mengenalkan destinasi unggulan, terutama Kawah Ijen,” ujarnya.
Ipuk menambahkan, event ini diharapkan tak hanya menjadi ajang berkumpulnya para pelaut dunia, tetapi juga membuka peluang ekonomi maritim bagi Banyuwangi.
Karena itu, Pemkab menyambut dengan baik kedatangan para yachter untuk bisa mengeksplorasi Banyuwangi.
“Kami berharap ini bisa memperkuat citra Banyuwangi sebagai the Sunrise of Java yang ramah bagi pencinta wisata bahari internasional,” pungkasnya. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin