RADARBANYUWANGI.ID – Saat melintas di ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di perbatasan Banyuwangi–Situbondo, ada sebuah waduk yang belakangan jadi buah bibir. Namanya Waduk Bajulmati.
Banyak orang menjulukinya sebagai “Raja Ampat KW Jawa Timur” karena gugusan bukit kecil di tengah genangan air yang mirip pulau-pulau eksotis di Papua.
Pemandangannya memang Instagramable. Tapi, di balik keelokannya, waduk ini punya cerita panjang dan manfaat besar bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga: Mirip Raja Ampat! Waduk Bajulmati Situbondo Jadi Andalan Pertanian dan Wisata Instagramable
Dibangun untuk Pertanian dan Pangan
Pembangunan Waduk Bajulmati dimulai sejak pertengahan 2000-an dan rampung sekitar 2015.
Tujuan utamanya bukan sekadar destinasi wisata, tapi untuk menyiapkan cadangan air bagi lahan pertanian di Banyuwangi bagian utara hingga Situbondo.
Dengan kapasitas tampung hingga 10 juta meter kubik, waduk ini sanggup mengairi ribuan hektare sawah. Khususnya di kawasan Wongsorejo yang terkenal kering saat kemarau.
“Buat petani, waduk ini seperti tabungan air. Kalau hujan nggak turun, air dari waduk tetap bisa ngalir ke sawah. Jadi panen tetap aman,” ungkap Sukardi (52), petani setempat.
Baca Juga: Spesifikasi PC dan Detail Gameplay ANANTA: Open World Anime Gratis
Penyelamat dari Banjir dan Sumber Kehidupan
Selain jadi penyelamat sawah, air dari Waduk Bajulmati juga dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat sekitar.
Fungsinya makin terasa saat musim hujan lebat, karena waduk ini mampu menampung air berlebih sebelum dilepas perlahan. Dengan begitu, risiko banjir di wilayah hilir bisa ditekan.
Tak hanya itu, waduk juga menjadi objek penelitian para ahli teknik sipil untuk memantau keamanan bendungan.
Kajian ini penting agar waduk tetap kokoh dan berfungsi hingga puluhan tahun ke depan.
Baca Juga: 7 Weton Paling Susah Tajir, Tapi Tetap Enjoy Jalani Kehidupan! Bahagia Bukan Selalu Karena Harta
Daya Tarik Wisata yang Tumbuh
Seiring waktu, Waduk Bajulmati berkembang jadi spot wisata alam murah meriah. Banyak wisatawan datang untuk berfoto, piknik, atau sekadar menikmati senja di tepian.
Dari bukit pandang, panorama waduk bak lukisan dengan latar hijau dan air yang berkilau.
Kehadiran wisatawan pun ikut menggerakkan roda ekonomi warga sekitar. Warung sederhana, jasa parkir, hingga homestay mulai tumbuh di area sekitar waduk.
Lebih dari Sekadar Wadah Air
Bisa dibilang, Waduk Bajulmati adalah paket lengkap: penyelamat sawah saat kemarau, pelindung banjir saat hujan, sumber air warga, hingga destinasi healing.
Menjaga keberadaannya tetap aman dan terawat jelas penting, agar manfaatnya bisa dinikmati hingga generasi mendatang. (*)
Editor : Ali Sodiqin