RADARBANYUWANGI.ID - Saat main ke ujung timur Pulau Jawa, tepatnya di perbatasan Banyuwangi dan Situbondo, ada satu waduk yang sempat jadi perbincangan, namanya Waduk Bajulmati.
Banyak orang menjulukinya sebagai “Raja Ampat KW Jawa Timur” karena pemandangan bukit kecil yang mirip pulau-pulau di tengah genangan air.
Tapi di balik keindahannya, waduk ini punya cerita panjang dan peran penting buat masyarakat sekitar.
Pembangunan waduk ini bukan cuma-cuma. Sejak awal, pemerintah ingin menyiapkan cadangan air untuk lahan pertanian di Banyuwangi bagian utara dan Situbondo.
Proyek besar ini mulai dilaksanakan sekitar pertengahan 2000-an, lalu bertahap selesai menjelang 2015.
Jadi, selain jadi tempat nongkrong atau wisata foto-foto, Waduk Bajulmati sejatinya adalah proyek serius yang menyangkut urusan pangan dan irigasi.
Secara sederhana, waduk ini terbentuk dari bendungan di Sungai Bajulmati. Air yang tertampung bisa mencapai sekitar 10 juta meter kubik, bayangkan saja betapa besarnya cadangan itu. Dengan kapasitas segitu, ribuan hektare sawah bisa terairi.
Para petani di wilayah Wongsorejo dan sekitarnya jelas sangat tepanjan oleh proyek tersebut, terutama saat musim kemarau panjang.
Bagi petani, keberadaan waduk ini ibarat tabungan air. Saat hujan jarang turun, debit dari Waduk Bajulmati tetap bisa dialirkan ke sawah-sawah. Hasilnya, padi dan tanaman lain tetap tumbuh, tidak gampang gagal panen.
Selain itu, air waduk juga dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat sekitar, jadi manfaatnya terasa di kehidupan sehari-hari.
Tak hanya itu, waduk ini juga berperan sebagai "bantuan darurat" kalau hujan deras mengguyur hulu sungai.
Air yang berlebih bisa ditampung dahulu sebelum dilepaskan secara bertahap. Jadi, kawasan di hilir lebih aman dari resiko banjir.
Perannya memang gak kelihatan setiap hari, tapi justru di saat genting itulah fungsi pengendalian banjir terbukti penting.
Dari sisi teknis, Waduk Bajulmati juga jadi bahan penelitian para ahli. Ada studi yang memantau perilaku bendungan, memastikan struktur aman dari deformasi atau perubahan bentuk akibat tekanan air.
Hal-hal seperti ini biasanya luput dari perhatian masyarakat umum, tapi krusial banget agar waduk bisa berfungsi puluhan tahun ke depan tanpa bahaya.
Seiring berjalannya waktu, fungsi waduk pun makin meluas. Banyak warga maupun wisatawan yang datang untuk sekadar foto, piknik, atau menikmati senja di tepian. Spot-spotnya Instagramable banget, apalagi dari atas bukit pandang.
Wisata di sekitar waduk ini pun akhirnya ikut berkembang, memberikan peluang tambahan untuk ekonomi masyarakat sekitar.
Waduk Bajulmati bukan cuma wadah air raksasa. Ia adalah penyelamat sawah saat kemarau, pelindung dari banjir, sumber kehidupan sehari-hari, sekaligus tempat healing murah meriah buat yang butuh udara segar.
Menjaga waduk ini tetap aman dan terawat jelas penting, supaya manfaatnya nggak berhenti di generasi sekarang, tapi juga bisa dinikmati anak-cucu kita kelak.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin