RADARBANYUWANGI.ID - Bayangkan pas udah semangat banget mau liburan ke Bali, tiket pesawat udah digenggaman, itinerary udah rapi, sampai hotel pun sudah booking.
Eh ternyata, sebelum mendarat, ada aturan baru yang wajib banget dipatuhi semua wisatawan: harus download aplikasi khusus bernama All Indonesia.
Yup, sekarang sebelum menikmati sunset di Kuta atau nongkrong cantik di Canggu, kamu harus berurusan dulu dengan aplikasi ini agar proses masuk ke Indonesia lebih lancar.
Aplikasi All Indonesia ini sebenarnya dibuat untuk menyederhanakan urusan dokumen yang biasanya ribet banget. Biasanya harus isi formulir bea cukai, imigrasi, sampai kesehatan secara terpisah.
Sekarang semuanya disatukan dalam satu aplikasi. Jadi, begitu isi data dan submit, kita bakal dapat QR code yang nanti discan petugas. Praktis banget kan?.
Awalnya aplikasi ini hanya berlaku di beberapa tempat saja, seperti Bandara Ngurah Rai Bali, Soekarno-Hatta Jakarta, Juanda Surabaya, dan Pelabuhan Batam.
Tapi mulai Oktober 2025, aturan ini akan diperluas ke semua bandara internasional di Indonesia. Jadi, bukan cuma ke Bali, ke daerah lain juga bakal kena aturan yang sama.
Nah, buat kamu yang mau berangkat, aplikasi ini bisa diisi maksimal 3 hari sebelum keberangkatan.
Jadi jangan nunggu mepet di bandara, takutnya malah ribet kalau jaringan internet bermasalah. Setelah isi data, simpan QR code baik-baik, bisa di HP atau dicetak sekalian buat jaga-jaga.
Tapi perlu dicatat ya, aplikasi ini gak otomatis jadi visa. Jadi kalau negaranya butuh visa atau e-VOA, tetap harus urus terpisah. Jangan sampai salah paham, nanti repot pas sudah sampai.
Khusus ke Bali, wisatawan asing juga tetap wajib bayar tourism levy sebesar Rp150 ribu. Bayarnya dapat melalui online lewat aplikasi LoveBali atau langsung di bandara.
Kalau dilihat dari sisi positif, aturan ini sebenarnya membuat perjalanan lebih gampang. Gak perlu lagi antre panjang buat isi formulir di kertas.
Tinggal tunjukin QR code, selesai deh. Buat traveler yang bawa keluarga, anak kecil, atau orang tua, pastinya jadi lebih nyaman.
Tapi, pasti ada saja tantangan. Misalnya, wisatawan yang gak terlalu tech-savvy mungkin bakal bingung, apalagi yang HP-nya nggak support aplikasi terbaru.
Ada juga risiko lupa download atau salah isi data. Makanya pemerintah diminta gencar sosialisasi agar semua orang siap sebelum berangkat.
Pada akhirnya, kebijakan ini bisa dibilang langkah maju buat pariwisata Indonesia. Dengan digitalisasi, semua proses masuk jadi lebih cepat, efisien, dan minim ribet.
Harapannya, wisatawan yang datang ke Bali atau daerah lain bisa lebih enjoy liburannya tanpa kebanyakan drama di bandara.
Jadi, sebelum siapin baju pantai atau itinerary nongkrong di Canggu, jangan lupa siapkan aplikasi All Indonesia biar liburanmu aman dan lancar.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin