Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menyusuri Rowo Bayu, Perpaduan Alam, Sejarah, dan Misteri di Banyuwangi

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Sabtu, 20 September 2025 | 18:30 WIB
Rowo Bayu
Rowo Bayu

RADARBANYUWANGI.ID - Ke Banyuwangi tak lagi ngomongin soal pantai atau Kawah Ijen, tapi ada satu tempat yang gak kalah seru buat dikulik, namanya Rowo Bayu.

Tempat ini bukan cuma menawarkan suasana alam yang adem, tapi juga dibungkus dengan sejarah, cerita mistis, sampai tradisi budaya yang bikin penasaran. Pokoknya, kalau ke sini jangan cuma mikirin jalan-jalan, tapi juga siap-siap dapet pengalaman batin.

Secara lokasi, Rowo Bayu ada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Letaknya agak naik ke dataran tinggi, jadi hawanya sangat sejuk. Rawa ini dikelilingi pepohonan besar yang membuat suasananya seperti dunia lain, tenang, agak misterius, tapi indah. Cocok untuk kamu yang ingin merasakan vibes hutan yang masih alami.

Yang bikin tempat ini beda, Rowo Bayu punya hubungan kuat dengan sejarah Kerajaan Blambangan. Konon, Raja Tawang Alun pernah bertapa di sini setelah turun tahta.

Bahkan, ada cerita kalau beliau diperintah untuk mengikuti macan putih sampai ke tempat pertapaan yang sekarang dikenal sebagai Rowo Bayu. Jadi selain wisata, tempat ini juga bisa jadi “kelas sejarah” terbuka.

Rowo Bayu juga punya beberapa sumber mata air yang dianggap keramat. Ada Sumber Kamulyan, Sumber Rahayu, sampai Sumber Panguripan.

Warga sekitar percaya airnya bisa membawa berkah, apalagi karena mata air itu gak pernah kering meski kemarau panjang.

Jadi jangan heran kalau sering didatangi orang bukan cuma untuk piknik, tapi juga untuk ngalap berkah atau sekadar merasakan suasana spiritualnya.

Soal cerita mistis, Rowo Bayu sudah lama terkenal angker. Banyak orang bilang suka dengar suara gamelan, mencium wangi bunga tiba-tiba, atau bahkan “melihat” kerajaan gaib.

Tapi jangan takut, keindahan alamnya tetap juara. Bayangkan saja, rawa luas dengan pepohonan tua yang akarnya besar, ditambah dengan suara burung hutan yang bersahutan. suasana adem rasanya, seperti mengajak balik ke masa lalu.

Selain alam dan mistis, ada juga sisi budayanya. Tiap tahun biasanya ada acara napak tilas Perang Puputan Bayu, perlawanan rakyat Blambangan melawan VOC dulu.

Jadi, Rowo Bayu bukan cuma tempat wisata, tapi juga ruang untuk mengingat perjuangan leluhur. Pastinya seru! jalan-jalan tapi sambil belajar sejarah lokal?

Akses untuk ke Rowo Bayu lumayan gampang, sekitar satu jam perjalanan dari Kota Banyuwangi. Memang ada beberapa jalan yang agak rusak, tapi masih bisa dilewati.

Fasilitasnya juga sudah lumayan, ada area parkir, musholla, gazebo, sampai petilasan yang dirawat. Jadi, meski auranya kerasa mistis, tempat ini tetap ramah buat wisatawan.

Rowo Bayu itu lengkap: ada alam, sejarah, budaya, dan mistis jadi satu! Kamu bisa datang buat healing, buat belajar, atau sekadar menyalurkan rasa penasaran soal cerita-cerita misterinya.

Yang penting, saat berada disana, usahakan untuk tetap jaga sikap dan sopan santun saat berkunjung.

Karena dari warga sekitar, Rowo Bayu bukan cuma destinasi, tapi juga tempat yang disakralkan. Jadi, siap-siap dapet pengalaman tak terlupakan kalau mampir ke sini! 


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Rowo Bayu #mistis #banyuwangi