RADARBANYUWANGI.ID - Okupansi penumpang kapal cepat dari Pantai Marina Boom Banyuwangi tujuan Pelabuhan Serangan, Denpasar atau sebaliknya kurang diminati masyarakat.
Dari 400 tempat duduk yang disediakan, rata-rata dalam sehari hanya terisi 72 penumpang tujuan Bali. Dari arah sebaliknya justru lebih rendah, yaitu 49 orang.
Sejak dibuka pada bulan Juli lalu sampai sekarang, total sudah ada 3.983 penumpang yang menyeberang dari Banyuwangi maupun Denpasar.
Dari data produksi penumpang, sejak awal bulan September hingga Senin (15/9) tercatat ada 875 orang yang menyeberang dari Banyuwangi ke Denpasar. Sedangkan dari arah sebaliknya ada 596 orang.
Seperti diketahui, tarif kapal cepat Banyuwangi–Denpasar mulai dari Rp 225.000 untuk kelas reguler dan Rp 275.000 untuk kelas VVIP (atau VIP) per orang. Itu sudah termasuk biaya bagasi maksimal 20 kg.
Jumlah penumpang tidak bisa membawa kendaraan pribadi di kapal cepat ini, tetapi bisa menyewa fasilitas parkir harian di Pantai Marina Boom dengan tarif Rp 5.000 per hari.
Waktu tempuh dari Marina Boom hingga Pelabuhan Serangan sekitar 2,5 hingga 3 jam.
Rendahnya jumlah okupansi tersebut sempat memicu kekhawatiran terkait eksistensi trayek tersebut. Namun, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur memastikan jika kapal Ekspres Bahari akan tetap berjalan.
"Kita doakan saja semoga okupansinya semakin baik. Yang jelas saat ini masih beroperasi normal seperti biasa. Hanya libur sehari saja setiap Selasa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Pelabuhan Pengumpan Regional Marina Boom Banyuwangi, Hari Yulianto.
Dia menambahkan, pelayaran Banyuwangi-Denpasar tetap berjalan seperti biasa. Hanya setiap hari Selasa operator kapal melakukan maintenance kapal.
Selain itu, jika kondisi cuaca buruk, seperti angkutan laut pada umumnya, kapal cepat juga dinonaktifkan.
Terkait dengan okupansi, Hari mengatakan tren penumpang masih cenderung stabil. Apalagi, data terbaru yang tercatat sudah mencapai total 1.471 orang penumpang hingga pertengahan bulan ini. Angka tersebut bisa terus bertambah hingga akhir bulan.
"Sampai hari ini segmen untuk kapal cepat masih majemuk. Seperti kapal fery, penumpangnya bisa dari berbagai golongan, baik wisatawan maupun pekerja," tandasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin