Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Canyoneering: Paket Komplit Petualangan Alam Buat Pencari Adrenalin

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Senin, 15 September 2025 | 01:00 WIB
Aktivitas canyoneering atau biasa disebut sebagai canyoning.
Aktivitas canyoneering atau biasa disebut sebagai canyoning.

RADARBANYUWANGI.ID - Pernah kebayang gak sih serunya menjelajah ngarai sempit, turun tebing dengan tali, terus langsung nyebur ke kolam alami yang jernih di tengah hutan?

Itulah gambaran singkat dari aktivitas yang namanya canyoneering. Beda sama hiking biasa, di sini kita bakal diajak memadukan jalan kaki, manjat, rappelling, sampai berenang dalam satu petualangan.

Buat pecinta alam dan pencari adrenalin, canyoneering bisa jadi pengalaman yang nggak cuma bikin deg-degan, tapi juga bikin ketagihan karena keindahan alam yang ditawarin.

Canyoneering atau canyoning itu sebenarnya olahraga petualangan di alam bebas yang seru banget.

Bayangkan, kamu harus melewati ngarai atau jurang dengan cara jalan kaki, manjat, turun pakai tali, loncat ke kolam, bahkan berenang di aliran sungai. Jadi rasanya campuran antara hiking, climbing, sama main air, tapi levelnya lebih menantang.

Menurut Wikipedia, aktivitas ini memang jadi kombinasi banyak teknik, makanya bikin orang ketagihan karena selalu ada kejutan di tiap jalur.

Kalau dilihat dari sejarahnya, canyoneering udah ada sejak lama, bahkan sejak zaman orang purba yang butuh jelajah ngarai buat cari sumber air atau tempat tinggal. Tapi versi modernnya baru berkembang di Eropa sekitar abad ke-20.

Salah satu tokoh awalnya ada Lucien Briet yang banyak melakukan eksplorasi di Pegunungan Pyrenees dan Sierra de Guara. Dari situlah canyoneering makin dikenal, sampai akhirnya populer di berbagai belahan dunia, termasuk sekarang jadi salah satu aktivitas wisata alam favorit.

Popularitas canyoneering makin meningkat waktu peralatan khusus mulai tersedia. Tali sintetis yang lebih kuat dan ringan, wetsuit buat menahan dingin, sampai sepatu dengan sol khusus buat jalan di batu basah.

Sejak era 1980-an dan 1990-an, makin banyak operator wisata alam yang menawarkan paket canyoneering.

Jadi, orang nggak perlu jadi ahli dulu buat coba, cukup ikut guide berpengalaman. Sensasi turun di air terjun atau masuk ke ngarai sempit jelas beda sama sekadar trekking biasa.

Nah, tapi jangan salah, canyoneering nggak cuma soal seru-seruan. Ada teknik yang harus dikuasai juga, misalnya cara rappelling dengan benar, baca arus sungai, atau bahkan cara menempel di dinding batu sempit biar nggak kebawa air.

Ropewiki menyebut banyak istilah teknis kayak “chimneying” buat posisi badan di antara tebing sempit. Intinya, butuh kombinasi skill fisik, teknik, dan juga logika biar bisa melewati jalur dengan aman.

Soal keamanan, ini yang paling penting. Bahayanya bisa datang dari mana aja: banjir mendadak, arus deras, jatuhan batu, atau hipotermia gara-gara air dingin.

Karena lokasinya biasanya jauh dari jalan raya, evakuasi juga susah kalau ada kejadian darurat. Makanya, helm, harness, wetsuit, sampai sepatu khusus itu wajib banget. Dan kalau masih pemula, mending ikut instruktur atau guide supaya lebih terkontrol.

Selain itu, ada juga etika yang harus dijaga. Namanya juga main di alam, jangan sampai kita ngerusak atau ninggalin sampah.

Prinsip “Leave No Trace” jadi aturan tak tertulis: jangan buang sampah sembarangan, jangan pasang anchor sembarangan, dan usahakan nggak ninggalin jejak yang bikin alam jadi rusak.

Bahkan hal kecil kayak tali atau sling warna ngejreng aja disarankan diminimalkan biar nggak ganggu pemandangan alami.

Untuk tingkat kesulitannya sendiri, canyoneering punya level yang beragam. Ada jalur ringan buat pemula, biasanya durasi singkat dan nggak terlalu banyak rappel tinggi. Tapi ada juga jalur ekstrem yang butuh teknik canggih, stamina kuat, dan waktu seharian penuh.

Jadi bisa dibilang, olahraga ini bisa dinikmati siapa aja, asal pilih jalur yang sesuai kemampuan. Kalau nekat ambil jalur sulit tanpa pengalaman, jelas berbahaya.

Daya tarik utamanya tentu sensasi alam yang nggak bisa ditemuin di tempat lain. Bayangin jalan di celah sempit batu, turun di air terjun, atau loncat ke kolam alami jernih di tengah hutan. Selain bikin adrenalin naik, juga ngasih pengalaman unik yang bikin fresh.

Buat banyak orang, canyoneering bukan cuma olahraga, tapi juga cara buat melatih mental, kerja sama tim, dan ngetes sejauh mana mereka bisa keluar dari zona nyaman. Ingin tahu keseruannya? Yuk jelajah bersama!


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#canyoneering #canyoning #banyuwangi