Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menjelajah Seribu Patung Penari di Taman Gandrung Terakota Banyuwangi

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 2 September 2025 | 20:00 WIB
gandrung-terakota-patung-tanah-liat-yang-jadi-karya-seni
gandrung-terakota-patung-tanah-liat-yang-jadi-karya-seni

RADARBANYUWANGI.ID - Kalau kamu lagi main ke Banyuwangi, ada satu destinasi unik yang sayang banget dilewatkan: Taman Gandrung Terakota.

Lokasinya ada di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, nggak jauh dari Jiwa Jawa Resort dan berada di lereng Gunung Ijen. Tempat ini bukan cuma sekadar spot foto, tapi juga wadah untuk melestarikan budaya Banyuwangi yang sarat makna.

Begitu masuk kawasan ini, kamu bakal langsung disambut pemandangan sawah terasering yang hijau dan asri. Di tengahnya berdiri lebih dari 1.000 patung penari Gandrung yang terbuat dari terakota.

Bayangkan, deretan patung penari dengan posisi dan ekspresi beragam, bikin suasana makin magis. Nggak heran kalau banyak wisatawan menjuluki tempat ini sebagai “gallery of culture in the open air".

Kenapa patungnya dari terakota? Nah, filosofi di baliknya cukup dalam. Material ini memang rapuh dan bisa rusak seiring waktu, tapi justru itu yang mau ditekankan: nggak ada yang abadi. Yang penting adalah proses dan makna budaya yang diwariskan. Sama seperti tarian Gandrung itu sendiri, meski zaman berubah, semangatnya tetap hidup.

Ide brilian ini datang dari Sigit Pramono, seorang pensiunan bankir yang juga fotografer sekaligus pendiri Jiwa Jawa Resort. Terinspirasi dari Terracotta Warriors di Tiongkok, Sigit membuat versi lokal dengan sentuhan Banyuwangi. Bedanya, di sini bukan prajurit, melainkan penari Gandrung, ikon budaya khas Osing.

Taman seluas tiga hektar ini bukan cuma kumpulan patung aja. Ada juga amfiteater terbuka buat pertunjukan seni, Java Banana Cafe buat nongkrong sambil ngopi, Roemah Tjokelat Ijen untuk pecinta cokelat, sampai ruang untuk UMKM lokal yang menjual aneka oleh-oleh khas Banyuwangi. Jadi wisata di sini tuh komplit: budaya, kuliner, sekaligus support ekonomi warga sekitar.

Selain itu, lokasinya yang ada di ketinggian sekitar 600 mdpl bikin suasana adem banget. Dari sini, kamu bisa lihat latar Gunung Ijen yang megah, persawahan hijau, dan juga panorama pegunungan lain seperti Raung, Suket, Meranti, sampai Merapi. Buat kamu yang suka healing, tempat ini pasti cocok banget

Nggak cuma foto-foto, di sini kamu juga bisa nonton langsung tari Gandrung live, ikutan workshop budaya, atau sekadar jalan santai sambil menikmati vibes pedesaan. Rasanya seperti masuk ke dunia lain, modern tapi tetap menyatu dengan tradisi.

Soal tiket, memang agak premium, sekitar Rp100.000 per orang. Tapi harga itu sudah termasuk tur privat, penjelasan budaya, plus makanan atau minuman. Banyak yang bilang, pengalaman dan ilmu budaya yang didapat jauh lebih berharga daripada sekadar jalan-jalan biasa. Worth it banget, kan?

Jadi, kalau kamu lagi liburan ke Banyuwangi, jangan cuma mampir ke Kawah Ijen atau pantainya aja. Luangkan waktu sebentar buat singgah ke Taman Gandrung Terakota.

Di sini kamu bukan cuma bisa lihat pemandangan indah, tapi juga belajar sekaligus merasakan langsung semangat budaya Banyuwangi lewat ribuan patung penari Gandrung. Tempat ini bakal kasih pengalaman yang beda: foto estetik, dan juga ilmu budaya. Siap-siap aja jatuh cinta sama Banyuwangi dari sisi yang lebih dalam!


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Taman Gandrung Terakota #banyuwangi #Kemiren Banyuwangi