RADARBANYUWANGI.ID - Ranu Regulo, sebuah cermin langit dari Gunung Semeru. Tersimpan danau kecil yang berada di kaki Puncak Gunung semeru.
Meneduhkan jiwa saat membuka mata. Ranu Regulo, meski namanya tak sepopuler Ranu Kumbolo, tapi tetap mempunyai daya tarik tersendiri.
Airnya yang jernih, memantulkan cahaya langit biru ke arah perairan. Membuatnya seperti cermin, maka dijuluki lah sebagai "Cermin langit dari Semeru".
Ranu Regulo terletak 2.100 meter di atas permukaan laut, tepatnya di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Sangat dekat dengan pos pendakian Gunung Semeru, sekitar 5 - 10 menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.
Meskipun terlihat kecil dan sangat sederhana, tapi punya daya pikat bagi wisatawan tuk mengunjunginya. Untuk hanya sekedar melepas lelah, dan menikmati indahnya alam.
Perairan di danau ini tak pernah kering, bahkan di saat musim kemarau saja, air terus ada menggenang disana.
Kabut tipis seringkali menyelimuti rindang nya pepohonan, mengelilingi tepi danau, memantul ke permukaannya.
Menciptakan efek cermin alami, semua yang dihasilkan membuat pengunjung lebih betah untuk berlama-lama menikmatinya.
Ranu regulo masih dikelilingi hutan tropis yang menjadikannya semakin asri, airnya yang tenang dan jernih, menciptakan suasana yang magis dan sunyi.
Sangat fotogenik tuk dijadikan sebagai spot foto menarik ala danau dibawah kaki pegunungan.
Tak heran jika tiap pekan banyak sekali yang berkunjung untuk bukan sekedar melepas penat, tapi juga mengabadikan momen yang tersedia.
Tak hanya sekedar menjadi spot foto menarik, juga tak cuma sebagai tempat melepas lelah.
Ranu Regulo merupakan tempat yang dijadikan habitat bagi beberapa flora dan fauna pegunungan. beberapa diantaranya meliputi burung endemik dan tumbuhan langka yang dilindungi.
Oleh karenanya, diharapkan bagi pengunjung tidak merusak ekosistem yang berada di sekitarnya.
Danau ini sempat terancam oleh aktivitas manusia yang merugikan lingkungannya, seperti sampah-sampah yang tidak di buang pada tempatnya, membuatnya berserakan di sekitar danau.
Meski jumlah penduduk yang tidak begitu ramai, namun perilaku manusia yang merugikan dapat mencemari kelestarian lingkungan perairan. Maka dari itu, perlu kesadaran diri untuk terus meningkatkan kebersihan wilayahnya.
Meski tak sepopuler destinasi wisata lainnya, Ranu Regulo menjadi destinasi wisata yang cocok tuk dikunjungi. Dengan jaraknya yang tak susah untuk ditempuh.
Karena tak harus mendaki gunung untuk mencapainya. Cukup pergi ke Ranu Pani, beberapa langkah saja sudah dapat melihat ruang refleksi, dimana langit bumi bersatu dalam keteduhan.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Editor : Ali Sodiqin