Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mitos-Mitos di Alas Purwo Banyuwangi

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 18:35 WIB

Potret Alas Purwo di malam satu Suro, ramai dijumpai orang sedang menjalani ritual.
Potret Alas Purwo di malam satu Suro, ramai dijumpai orang sedang menjalani ritual.

RADARBANYUWANGI.ID - Alas purwo, mitosnya adalah bukan hanya sekedar hutan biasa, tetapi juga tempat sakral yang diyakini membawa aura mistis.

Sering dikenal sebagai "Alas Purwo" yang berarti hutan pertama, dan dalam kepercayaan Jawa merupakan tempat yang pertama kali diciptakan di tanah Jawa, tepatnya di Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

Dibalik ke mistis annya, Alas Purwo punya berbagai macam kekayaan hayati yang patus dilestarikan hingga kini.

Tak heran jika sampai kini masih banyak yang mengunjunginya. Di bawah adalah beberapa mitos alas purwo yang diyakini:

Salah satu mitos dari beberapa diantaranya adalah, sebagai tempat atau gerbang menuju dunia gaib.

Masyarakat setempat meyakini bahwa di kedalaman hutan Alas Purwo, menjadi tempat singgah dan dijadikan sebagai kerajaan jin yang tak kasat mata dan hanya beberapa orang saja yang bisa memasuki wilayahnya.

Konon, siapapun yang mencoba paksa masuk tanpa izin spiritual, mereka akan tersesat dan memiliki kemungkinan tidak bisa kembali ke jalur awal yang sama.

Dahulu, beberapa orang sempat mendapati penglihatan melihat sebuah kerajaan megah, kemudian mereka menghilang begitu saja.

Tak hanya berbicara soal ke mistis annya. Alas Purwo kerap dijadikan sebagai tempat bertapa bagi orang-orang yang ingin mendapat ilmu hitam. Mereka melakukannya pada malam tertentu saja, terutama di malam 1 Suro.

Terdapat beberapa goa yang sering kali dikunjungi masyarakat untuk melakukan kegiatan meditasi atau spiritual.

Salah satu tempatnya adalah Goa Mayangkoro. Dari situlah masyarakat percaya bahwa gerbang gaib telah dibuka.

Bagi yang meyakini, siapapun yang mendapat kesaktian setelahnya, maka ia dianggap berhasil diterima oleh penghuni alam gaib.

Konon, beberapa masyarakat yang mengunjunginya, mengaku sering kali terdengar suara-suara aneh, suara gamelan jawa, hingga suara wanita menangis yang berada dari kedalaman hutan. Kemungkinan besar suara-suara itu dihasilkan dari dunia gaib yang tak kasat mata.

Tak jarang orang yang mengalami kejadian seperti ini, karena ini adalah bentuk dari penjagaan mereka terhadap wilayah yang mereka singgahi.

Dari cerita-cerita rakyat yang beredar, Alas Purwo diyakini sebagai tempat pelarian spiritual dari para tokoh kerajaan Majapahit pada saat itu. Dijadikan sebagai tempat bertapa dan menetapkan ilmu-ilmu kejawen.

Oleh sebab itu, Alas Purwo dianggap memiliki energi spiritual yang tinggi, dan berasal dari "poros kekuatan alam", yang menyatukan antara gunung, laut, dan hutan. 

Terdapat beberapa pantangan bagi para masyarakat yang berkunjung. Salah satu yang dikhususkan adalah, tidak diperkenankan untuk membawa barang atau semacamnya yang memiliki warna merah, karena dianggap menarik perhatian makhluk halus disekitarnya.

Tak hanya itu, bagi siapa saja yang berkunjung dengan niat buruk seperti untuk kesombongan duniawi, maka mereka akan menerima balasannya.

Meski hal-hal tersebut hanya sebagai mitos belaka, dan belum terbukti secara ilmih. Tapi masyarakat meyakini kuat keberadaannya sebagai bentuk pengabdian kepada para leluhurnya.

Bukan hanya alas atau hutan yang lebat, tapi menyimpan banyak sekali misteri, warisan budaya, hingga spiritualitas yang melekat hingga saat ini.


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Editor : Ali Sodiqin
#alas purwo angker #alas purwo banyuwangi #misteri alas purwo