Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pura Uluwatu, Ikon Bali di Atas Tebing dengan Pemandangan Samudra Hindia

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 01:30 WIB
Pura Uluwatu di Kuta Selatan, Badung, Bali.
Pura Uluwatu di Kuta Selatan, Badung, Bali.

RADARBANYUWANGI.ID - Bali emang nggak pernah kehabisan alasan buat dikunjungi. Pantainya keren, budayanya unik, dan pura-puranya selalu bikin kagum.

Salah satu yang paling hits adalah Pura Uluwatu. Bayangkan, pura ini berdiri gagah di atas tebing tinggi dengan pemandangan laut lepas Samudra Hindia.

Sore hari jadi waktu favorit, karena selain bisa lihat sunset kece, kamu juga bisa nonton Tari Kecak yang legendaris. Tak heran kalau tempat ini selalu rame sama wisatawan dari berbagai negara.

Pura Luhur Uluwatu. Pura ini bukan cuma cantik, tapi juga penuh sejarah. Dibangun sejak abad ke-11 sama Empu Kuturan, lalu disempurnakan lagi di abad ke-16 oleh Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh suci yang sangat berpengaruh di Bali.

Lokasinya ada di Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, dan yang bikin keren, pura ini berdiri gagah di atas tebing setinggi hampir 100 meter, langsung menghadap Samudra Hindia.

Selain jadi tempat ibadah, Pura Uluwatu punya posisi penting karena termasuk salah satu dari sembilan pura penyangga arah mata angin di Bali, atau biasa disebut Pura Kahyangan Jagat.

Nama “Uluwatu” sendiri juga keren, diambil dari bahasa Sansekerta: ulu artinya ujung atau tepi, sedangkan watu berarti batu atau tebing. Jadi kebayang kan, posisinya memang di ujung batu karang besar.

Soal pemandangan, jangan ditanya. Dari atas tebing kamu bisa lihat deburan ombak besar Samudra Hindia, apalagi kalau sore menjelang sunset.

Langitnya berubah jingga keemasan, bikin suasana makin dramatis. Nah, momen ini makin lengkap kalau sekalian nonton Tari Kecak yang digelar sekitar jam 6 sore.

Tariannya khas banget, dengan lantunan kecak dan atraksi api, plus latar belakang matahari terbenam.

Tapi ada satu hal yang sering bikin wisatawan kaget: monyet-monyet jahil di sekitar pura. Mereka ini pintar banget ngambil barang, mulai dari kacamata, topi, sampai botol minum.

Lucunya, kadang mereka mau balikin barang kalau ditukar dengan makanan, misalnya buah atau kacang. Jadi tipsnya, simpan baik-baik barang kecil biar nggak jadi korban “iseng” mereka.

Soal tiket masuk, masih cukup terjangkau. Buat wisatawan lokal, harganya Rp30.000 untuk dewasa dan Rp20.000 untuk anak-anak.

Kalau wisatawan asing, tiketnya Rp50.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak. Parkir juga murah, cuma Rp5.000 buat mobil dan Rp2.000 buat motor. Jadi bisa dibilang sangat ramah kantong.

Kalau mau nonton Tari Kecak, ada biaya tambahan sekitar Rp150.000 per orang dewasa, sementara anak-anak dikenai Rp75.000.

Karena pertunjukan ini jadi favorit turis, sebaiknya beli tiket lebih awal atau datang sekitar jam 4 sore biar bisa pilih spot duduk yang enak.

Untuk menuju ke Pura Uluwatu, jaraknya sekitar 30 km dari Denpasar. Dari bandara pun cuma sekitar 1 jam perjalanan.

Pilihan transportasi paling gampang sih naik taksi bandara atau pakai ojek online kayak Gojek dan Grab.

Tapi perlu diingat, kadang mereka nggak bisa masuk sampai dalam area, jadi mungkin harus jalan sedikit. Kalau mau lebih praktis, banyak juga tur harian yang udah termasuk transportasi ke sana.

Pura ini buka dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Waktu terbaik buat berkunjung jelas pas sore hari, agar sekalian melihat sunset dan Tari Kecak.

Datang lebih awal juga bagus, karena bisa keliling pura dulu sebelum rame pengunjung.

Jadi, kalau lagi di Bali, jangan sampai kelewatan mampir ke Uluwatu ya, kombinasi spiritual, budaya, dan alamnya benar-benar bikin pengalaman liburan makin berkesan.

Kalau kebetulan lagi liburan ke Bali, sempetin deh mampir ke sini. Bukan cuma soal “lihat-lihat pura”, tapi juga merasakan langsung vibes spiritual dan indahnya alam Bali yang bikin betah.

Siapa tahu, momen sunset di Uluwatu bisa jadi salah satu kenangan paling manis dari perjalananmu di Pulau Dewata.


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#pura uluwatu #bali #Uluwatu