RADARBANYUWANGI.ID - Buat kamu yang hobi naik gunung atau sekadar suka jalan-jalan ke alam, Jawa Timur tuh nggak pernah kehabisan kejutan.
Selain Ijen dan Bromo yang udah terkenal banget, ada juga Gunung Ranti, puncak kece yang mungkin masih jarang dilirik orang.
Padahal, gunung yang ada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso ini punya pesona luar biasa.
Dengan ketinggian lebih dari 2.600 mdpl, kamu bisa dapetin view sunrise yang bikin merinding saking indahnya, lautan awan yang luas, sampai pemandangan langsung ke Kawah Ijen.
Jalurnya sih lumayan menantang, tapi masih aman banget buat pendaki pemula.
Jadi, kalau mau suasana pendakian yang lebih tenang dan nggak terlalu ramai, Gunung Ranti bisa jadi pilihan pas buat kamu.
Gunung Ranti adalah salah satu gunung keren di kawasan Pegunungan Ijen, Jawa Timur.
Letaknya pas di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, jadi nggak heran kalau pemandangannya berlapis-lapis cantiknya.
Bentuknya kerucut khas gunung berapi, dan posisinya ada di sebelah barat daya Gunung Merapi (Jatim) serta Gunung Ijen.
Dari kejauhan aja, Ranti udah kelihatan gagah banget jadi bagian dari deretan gunung vulkanik di wilayah ini.
Dengan ketinggian sekitar 2.601–2.603 mdpl, Ranti punya puncak yang cukup runcing dengan tanah campuran liat dan pasir.
Tingginya juga bikin dia termasuk salah satu puncak yang menonjol di Jawa Timur. Buat pendaki, angka ini memang cukup menantang, tapi hasilnya sepadan sama view yang ditawarkan di atas sana.
Kalau mau naik ke Gunung Ranti, biasanya start dari Basecamp Paltuding, yang juga jadi gerbang masuk ke kawasan Ijen.
Dari sana, pendaki cuma perlu jalan sekitar 50 meter buat sampai ke jalur awal. Ada dua akses utama yang bisa dipilih: lewat Banyuwangi (via Desa Jambu) atau dari Bondowoso (via Sumberwringin dan Sempol). Tinggal pilih mana yang lebih gampang dijangkau.
Sampai di puncak, semua capek bakal langsung hilang. Pemandangan Kawah Ijen yang super ikonik bisa langsung terlihat jelas, lengkap dengan airnya yang biru kehijauan dan asap belerang yang khas.
Kalau lagi beruntung, cuaca cerah bikin kita bisa ngelihat sampai Selat Bali. Sunrise di sini juga nggak main-main, langit oranye keemasan berpadu sama lautan awan yang luas banget, serasa lagi di negeri di atas awan.
Waktu tempuh buat sampai puncak biasanya 3–5 jam, tergantung kondisi fisik dan ritme jalan. Jalurnya lumayan menanjak dan bikin ngos-ngosan, tapi tetap ramah buat pemula yang udah siap fisik.
Di beberapa titik ada pos buat istirahat, jadi masih aman kalau butuh berhenti sebentar sebelum lanjut jalan.
Selain pendakian, Gunung Ranti juga sering jadi jalur balap sepeda Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI). Pemandangan indah plus jalur menantang bikin event ini jadi favorit.
Di sekitar kaki gunung, kita juga bisa ketemu masyarakat suku Osing, suku asli Banyuwangi yang masih menjaga tradisi mereka dengan baik. Jadi selain menikmati alam, kita juga bisa belajar budaya lokal.
Pilihan mendaki ke Ranti bisa dengan cara tektok alias naik-turun dalam sehari, atau camping di atas. Kalau mau kejar sunrise, biasanya pendaki berangkat sekitar jam 2 pagi.
Tapi kalau suka suasana malam di gunung, bisa bawa tenda dan camping di area tertentu, terus bangun pagi buat lihat matahari terbit. Dua-duanya sama-sama seru, tinggal disesuaikan sama gaya traveling kamu.
Biar aman dan nyaman, jangan lupa persiapan matang. Mulai dari fisik yang fit, perlengkapan wajib kayak sepatu outdoor, pakaian yang cepat kering, jas hujan, sampai logistik sederhana.
Peta, kompas atau aplikasi navigasi, plus kotak P3K juga penting banget. Dan yang paling utama, hindari naik pas musim hujan karena jalurnya bisa licin dan bikin pendakian berisiko.
Capek naiknya bakal langsung terbayar pas lihat view dari puncak Ranti. Sunrise, lautan awan, sampai Kawah Ijen semua kelihatan keren banget.
Kalau bosan sama gunung yang itu-itu aja, coba deh Ranti, nggak terlalu ramai tapi tetap bikin nagih buat didatangi lagi.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin