Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sumba: Pulau Alternatif Untuk Wisata Tinggal Damai & Berkelanjutan

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Selasa, 19 Agustus 2025 | 00:00 WIB

ILUSTRASI Pulau Sumba
ILUSTRASI Pulau Sumba

RADARBANYUWANGI.ID - Kalau ngomongin liburan di Indonesia, Bali menjadi yang pertama terlintas di kepala.

Nggak salah sih, karena Bali memang punya segalanya seperti pantai, budaya, kuliner, sampai kehidupan malam yang ramai.

Tapi buat kamu yang lagi cari suasana berbeda, jauh dari keramaian turis dan ingin benar-benar “mengasingkan diri” sambil tetap menikmati keindahan alam dan budaya yang kaya, Pulau Sumba bisa jadi jawabannya.

Di sini, kamu nggak cuma healing, tapi juga bisa ikut mendukung pariwisata yang berkelanjutan. 

Salah satu hal paling menarik dari Sumba adalah budayanya yang masih sangat kental, terutama kepercayaan Marapu yang masih dijaga turun-temurun.

Kamu bisa mengunjungi desa-desa tradisional seperti Ratenggaro dan Prai Ijing, yang terkenal dengan rumah adatnya (uma) yang atapnya menjulang tinggi dan bukan cuma keren secara arsitektur, tapi juga punya makna spiritual yang dalam.

Wisatawan nggak cuma jadi penonton. Kamu bisa ikut tur desa, lihat langsung tarian adat, ngobrol bareng warga, sampai belajar menenun kain ikat langsung dari para pengrajin lokal.

Beberapa tempat wisata alam di Sumba sekarang dikembangkan dengan konsep ekowisata.

Contohnya Taman Nasional Manupeu Tanah Daru, rumah buat berbagai satwa langka, termasuk burung kakaktua khas Sumba dan aneka kupu-kupu cantik. Di dalam kawasan ini juga ada Air Terjun Lapopu yang cakep banget.

Lalu, ada Bukit Warinding dengan hamparan sabana yang luas dan angin sepoi-sepoi, serta Pantai Walakiri yang terkenal karena pohon bakau unik yang cantik banget waktu sunset.

Tempat ini juga jadi lokasi konservasi mangrove yang digerakkan bareng masyarakat sekitar.

Ada dua resor kece yang bawa konsep ekowisata premium ke level yang beda, seperti NIHI Sumba dan Cap Karoso. NIHI Sumba udah lama dikenal sebagai salah satu hotel paling berkelanjutan di dunia.

Kamu bisa nikmatin fasilitas mewah sambil tahu kalau tempat kamu nginep punya kebun organik sendiri, sistem pengolahan air limbah yang ramah lingkungan, dan aktif banget dalam program sosial kayak penyediaan air bersih dan pendidikan buat warga lokal. 

Sekarang ke Sumba makin gampang. Kamu bisa terbang langsung dari Bali ke Bandara Tambolaka tiap hari pakai Wings Air.

Jadi nggak perlu ribet transit ke mana-mana dulu. Infrastruktur di Sumba juga terus berkembang, mulai dari jalanan ke tempat wisata sampai fasilitas transportasi lokal, bikin perjalanan makin nyaman.

Pokoknya cocok banget buat kamu yang pengin healing, jalan-jalan, atau sekadar menikmati suasana damai khas Sumba.

Salah satu hal paling ikonik dari Sumba adalah kuda Sandalwood. Kuda ini nggak cuma cantik dan tangguh, tapi juga punya peran besar dalam budaya lokal.

Kuda-kuda ini juga jadi bintang utama di festival Pasola, tradisi khas Sumba yang penuh makna spiritual dan seru banget buat disaksikan.

Sayangnya, jumlah kuda Sandalwood makin berkurang. Nah, sekarang udah mulai banyak tur berkuda yang bukan cuma seru buat wisatawan, tapi juga jadi cara buat bantu melestarikan budaya dan populasi kuda lokal.

Sumba itu bukan cuma pulau yang cantik, tapi juga tempat buat kamu yang pengin liburan penuh makna.

Di sini, kamu bisa jalan-jalan santai, nyerap budaya lokal yang masih kental, sambil tetap ikut jaga alam lewat aktivitas yang ramah lingkungan. Yang paling asik, kamu tetap bisa nikmatin fasilitas modern dan nyaman, tapi tanpa kehilangan nuansa khas Sumba yang alami dan hangat.

Jadi, liburan ke Sumba itu nggak cuma seru, tapi juga bikin hati adem dan penuh cerita. Mau liburan mewah tapi tetap peduli lingkungan? Sumba punya jawabannya!


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#sumba #bali #wisata bali