RADARBANYUWANGI.ID - Kampung Kopi Kemiren, sebuah desa adat Osing yang menyimpan berbagai tradisi khas dan menguar aroma tersendiri.
Terletak di Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Dikenal sebagai kawasan yang masih mempertahankan budaya adatnya, asli suku Osing. Menjadi salah satu penghasil kopi terbaik di ujung timur Pulau Jawa.
Desa Kemiren, adalah desa yang dihuni masyarakat desa asli Osing. Tak hanya menjadi tempat untuk mereka tinggal, tetapi juga mempertahankan kearifan lokal budaya melalui rumah-rumah adatnya, tradisi, dan kuliner yang dilestarikan secara turun-temurun.
Salah satu yang masih khas dan harum membumi adalah kopi. Bukan sekedar komoditas, melainkan bagian dari budaya, kehidupan sosial, bahkan spiritual.
Kopi Kemiren yang dibudidayakan hingga saat ini adalah kopi robusta. Kopi ini tumbuh baik pada ketinggian 500 - 700 meter di atas permukaan laut. Memiliki ciri khas tersendiri, seperti aroma, bentuk, dan cita rasa yang kuat.
Beberapa orang mengunjungi Desa Kemiren untuk sekedar mempelajari tentang perkopian, dimulai dari tur kebun kopi hingga menyeduh kopi yang benar secara tradisional.
Kampung kopi Kemiren menjadi warisan budaya lokal asli Osing, yang dijadikan sebagai eduwisata budaya di Banyuwangi.
Pengunjung dapat merasakan secara langsung proses demi proses pengolahan sebiji kopi, yang dapat diolah menjadi secangkir kopi yang nikmat saat dihidangkan.
Menyajikan dengan menggunakan metode klasik yang tetap estetik di era yang semakin modern ini.
Selain itu juga menjadi tempat festival tahunan yaitu, "Festival Ngopi Sepisan", dan "Banyuwangi Ethno Carnival".
Tradisi unik yang diteruskan hingga kini "Festival Ngopi Sepisan". secara harfiah berarti "ngopi sekali".
Namun, maknanya berbeda jauh karena festival ini adalah bentuk penghormatan kepada tamu. Bukan sekedar menyajikan kopi, tapi juga untuk berbincang dan berbasa-basi. Semuanya dilakukan melalui cara-cara tradisional.
Karena letaknya yang berada di ketinggian, membuat suasana lebih subur dan sejuk. Tanaman kopi seperti robusta bertumbuh baik dalam keadaan iklim dan tanah vulkanik yang bernutrisi baik.
Warga sekitar yang merawat dan melestarikannya memberikan bahan seperti pestisida berlebih untuk mempertahankan pola tanam ramah lingkungan. membuatnya tumbuh menjadi hasil yang diharapkan tiap panen.
Mengunjungi Kampung Kopi Kemiren akan disuguhkan pengalaman menarik yang dapat diingat.
Dengan sekedar menikmati secangkir kopi, tapi juga mendalami tradisi terjaga dari tahun ke tahun. Memiliki nilai adat dan kearifan lokal, cita rasa harmoni antara manusia, alam, dan tradisi.
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Editor : Ali Sodiqin