Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puncak Rembangan Jember: Wisata Sejuk Peninggalan Belanda, Pernah Disinggahi Soekarno!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Minggu, 17 Agustus 2025 | 11:35 WIB

Puncak Rembangan berada di Desa Kemuning, Kecamatan Arjasa, Jember.
Puncak Rembangan berada di Desa Kemuning, Kecamatan Arjasa, Jember.

RADARBANYUWANGI.ID - Puncak Rembangan ternyata punya cerita panjang sejak zaman Belanda.

Sekitar tahun 1937, seorang tokoh bernama Mr. Hofstide menggagas tempat ini sebagai area istirahat sekaligus pengawasan untuk para pegawai perkebunan kopi dan kakao.

Bangunannya sendiri masih kental dengan nuansa kolonial, dan justru itulah yang bikin suasana di sini terasa unik sekaligus bersejarah.

Rembangan ini lokasinya ada di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, kurang lebih 12 km dari pusat Kota Jember.

Tempatnya ada di ketinggian sekitar 650 mdpl, jadi udaranya sejuk banget, biasanya berkisar 18–25 °C. Area wisatanya cukup luas, sekitar 13 hektare lebih.

Yang bikin tambah adem, pemandangan di sekitarnya dihiasi kebun kopi dan buah naga yang membentang, bikin suasana makin cantik sekaligus menenangkan.

Kalau mau ke Rembangan, jalurnya memang harus lewat jalan pegunungan yang lumayan berkelok dan menanjak. Buat mobil besar sih agak tricky, jadi perlu ekstra hati-hati.

Dulu memang sempat ada kejadian nahas di tahun 2002, tapi sekarang aksesnya sudah jauh lebih baik.

Meski begitu, tetap disarankan bawa kendaraan dalam kondisi prima dan dilarang ngebut agar perjalanan lebih aman dan nyaman.

Di Rembangan, fasilitasnya cukup komplit. Ada kolam renang dengan air pegunungan yang segar, hotel yang juga punya ruang pertemuan, sampai restoran dan cafe untuk santai sambil menikmati pemandangan. Kalau bawa anak-anak, ada area bermainnya juga.

Selain itu, ada kebun buah naga dan kopi yang bisa dijelajahi, pastinya seru karena selain liburan, kita juga bisa dapat pengalaman belajar soal agrowisata.

Salah satu hal paling asik dari Rembangan itu pemandangannya, baik siang maupun malam. Kalau siang, mata dimanjakan sama hamparan hijau kebun dan langit biru yang bikin adem.

Begitu malam datang, gantian gemerlap lampu Kota Jember terlihat jelas dari atas, suasananya jadi sangat romantis. Tak heran kalau banyak orang betah foto-foto di sini, karena view-nya memang cakep banget.

Di kawasan Rembangan masih ada hotel tua peninggalan Belanda yang tetap berdiri kokoh sampai sekarang. Suasananya klasik banget, beberapa kamarnya bahkan masih mempertahankan desain lawas.

Yang paling ikonik, ada kamar bernama “Melati 01” yang dulu pernah dipakai Presiden Soekarno. Sampai sekarang kamar itu masih dijaga keasliannya, jadi semacam saksi sejarah yang bikin tempat ini makin spesial.

Soal harga, Rembangan ini tergolong ramah di dompet. Tiket masuknya cuma sekitar Rp7.500 kalau hari biasa dan Rp10.000 pas weekend. Parkir juga murah meriah, motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000 aja.

Kalau mau sekalian nginap, ada pilihan kamar hotel dengan harga mulai ratusan ribu per malam, sangat cocok buat yang pengen menikmati suasana sejuk Rembangan lebih lama.

Selain menyajikan pemandangan dan tempat wisata, Rembangan juga dikenal sebagai pusat pengembangan sapi perah.

Dari sini lahir susu segar yang bisa langsung dinikmati atau dibeli pengunjung. Menariknya lagi, kotoran sapinya nggak dibuang percuma, tapi diolah jadi pupuk kompos untuk kebun buah naga di sekitar area.

Jadi, wisata di Rembangan nggak hanya soal jalan-jalan, tapi juga nyatu dengan kegiatan pertanian lokal yang bermanfaat. Yuk pergi kesana!


Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#Puncak Rembangan #rembangan #jember