Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

5 Rekomendasi Festival Musim Panas Jepang Yang Bisa Kamu Kunjungi Di Bulan Juli Hingga Agustus

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Rabu, 6 Agustus 2025 | 21:57 WIB
Penari di Tanabata Festival
Penari di Tanabata Festival

RADARBANYUWANGI.ID - Musim panas sudah datang. Ini waktu yang tepat untuk berlibur dan menikmati hangat sinar matahari. Kamu dan keluarga sudah punya ide wisata untuk dikunjungi? Kalau belum ini dia, 5 rekomendasi wisata di Jepang yang bisa kamu kunjung di bulan Juli - Agustus.

1. Gion Matsuri

Gion matsuri disebut sebut sebagai festival terbesar dan tertua di Jepang. Bagaimana tidak? Festival ini sudah berlangsung sejak 869 M dan dirayakan di kyoto setiap Juli. Karena kepopulerannya banyak orang yang menanti kehadiran gion matsuri.

Jika kamu berkunjung ke Kyoto pada bulan Juli, liburan kamu mungkin akan penuh dengan festival ini. Karena Gion matsuri bukan hanya dirayakan satu hari, melainkan satu bulan penuh, dan dihiasi dengan rangkaian acara, dekorasi, dan ritual.

Salah satu yang paling mengagumkan adalah arak arakan kereta hias megah yang disebut dengan Yamahoko Junko. Tinggi keretas hias ini bisa mencapai 25 meter dan berat yang mencapai 12 ton. Menjelang parade ini rasanya menciptakan atmosfer Jepang yang menghidupkan suasana Kyoto.

Uniknya, festival ini awalnya untuk menenangkan para dewa selama wabah penyakit. Karena kepercayaan masyarakat Jepang, tradisi ini terus berlanjut hingga saat ini.

2. Awa Odori

Kalau kamu salah satu penikmat seni tari, kamu bisa mengunjungi festival Jepang yang terletak di Tokushima ini. Festival ini menampilkan tarian khas jepang yang bernama Awa Odori. Tarian ini melibatkan langkah langkah yang khas dan seringkali diiringi dengan teriakan dan nyanyian yang enerjik.

Selain gerakan yang enerjik kostum yang dikenakan juga tak kalah meriah. Para penari mengenakan kostum tradisional yang berwarna warni, termasuk kimono ringan, sabuk (obis), dan topi khas awa odori yang disebut “tokotoko”.

Selama berlangsung, tarian ini diiringi musik tradisional seperti shamisen, taiko, dan shinabue yang memberi ritme energik dan menyemangati para penari juga penonton. Jika kamu berkesempatan menonton tarian ini, dijamin kamu akan diperlihatkan keindahan visual yang tidak akan terlupakan.

3. Nebuta Matsuri

Festival arak arakan lentera yang berlangsung mulai 2 - 7 Agustus. Festival ini awalnya digunakan untuk menyambut Tanabata, atau perayaan yang berhubungan dengan musim di Jepang. Lebih dari 3 juta wisatawan selalu hadir di wilayah Aomori untuk ikut merayakan arak arakan lentera khas Jepang ini.

Lentera yang digunakan dalam festival biasanya berbentuk tokoh samurai dan makhluk mitologi. Lentera terbuat dari kerangka kayu yang dilapisi washi, juga berukuran raksasa. Selama arak arakan ini berlangsung, acara juga diiringi dengan iringan musik enerjik yang membangkitkan jiwa semangat para peserta.

Yang menjadi ciri khas festival ini juga tarian haneto atau tarian berjingkrak saat parade dimulai. Kamu bahkan juga bisa ikut menari bersama haneto haneto disana.

4. Sumida River Fireworks Festival

Ini acara luar biasa dimana kamu bisa merasakan suasana musim panas di Jepang, sambil menikmati pertunjukan kembang api yang spektakuler. Disekelilingmu, orang orang mengenakan baju yukata untuk meramaikan acara ini. Memang apa yang menarik dari perayaan kembang api?

20.000 kembang api akan dinyalakan di malam musim panas Jepang. Akan ada dua spot untuk menyalakan kembang api, yang pertama di Sakurabashi Bridge dan Kototoo Bridge mulai dari jam 19.00. Kedua, di Komata Bridge dan Umaya Bridge mulai dari jam 19.30.

Kembang api yang menghiasi langit malam menciptakan suasana yang romantis bagi beberapa orang. Kamu pernah melihat episode akhir pertunjukan kembang api di anime? Bayangkan kamu dan pasangan kamu menikmati momen indah ini.

Sedikit tips untuk kamu yang ingin berkunjung, sebaiknya gunakan kendaraan umum karena jalan akan ditutup untuk mobil pada jam 18.00. Untuk kepulangan, lebih baik pilih stasiun selain Asakusa station atau Tokyo skytree station, karena dua stasiun ini bisa dipastikan sangat ramai.

5. Tanabata Matsuri

Festival ini berlangsung selama 6-8 Agustus. Sama seperti festival lain, tanabata matsuri juga ditujukan untuk menyambut musim panas di Jepang. Festival yang satu ini dinilai cukup romantis, karena dihiasi dengan dekorasi kertas raksasa warna warni yang menggantung di sepanjang jalan.

Selain di Sendai Jepang, festival ini juga banyak dilakukan di Tiongkok dan Korea. Awalnya budaya ini diperkirakan berasal dari tradisi Jepang kuno yang mendoakan leluhur atas keberhasilan panen. Kertas kertas tanabata yang menggantung di pohon ini berisi permohonan setiap penulisnya.

Bukan hanya sekedar perayaan, tapi bagi yang mengerti Tanabata matsuri ini adalah simbol dari harapan dan kehidupan masyarakat Jepang. Ini juga sebagai bentuk kreatifitas dan estetika, yang bisa kamu manfaatkan sebagai bahan postingan di sosial media.

Itu tadi 5 rekomendasi wisata budaya yang bisa kamu jadikan pilihan selama berkunjung di musim panas Jepang. Yang bukan hanya bisa dinikmati keindahannya, kamu juga bisa belajar makna dan sejarahnya. Kamu paling tertarik dengan wisata yang mana?


Penulis: Sabrina Khairunisa | Program magang jurnalistik Radar Banyuwangi 

Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Ali Sodiqin
#musim panas #festival #jepang #liburan