RADARBANYUWANGI.ID – Sambil menanti penutupan total jalur Gunung Gumitir dari 24 Juli hingga 24 September 2025, wisatawan dan pelintas dari Bondowoso, Jember, atau kawasan timur Jawa Timur kini semakin mengandalkan rute melalui Kawah Ijen—jalur penuh pesona alam yang juga praktis.
Penutupan Jalur Gumitir
- Tanggal penting: 24 Juli – 24 September 2025, Jalur Nasional Gunung Gumitir ditutup total untuk semua kendaraan (R2, R4, R6) sebagai bagian dari proyek preservasi jalan akibat tingginya kasus kecelakaan di tikungan rawan
- Setelah itu, akan diberlakukan sistem buka-tutup hingga akhir Desember 2025, dan kembali sembuh jelang libur Natal-Tahun Baru 2026
- Sosialisasi terkait penutupan telah berjalan sejak 24 Juni dan akan berlangsung hingga 23 Juli.
Baca Juga: Apa Jalur Gumitir Ditutup Total? Mulai Kapan?
Alternatif Rute: Melalui Kawah Ijen
Bagi wisatawan atau pelintas dari Bondowoso menuju Banyuwangi, kini tersedia jalur alternatif yang tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga menyuguhkan panorama alam yang luar biasa: jalur Kawah Ijen.
Jalur ini membentang dari Kecamatan Sempol, Bondowoso, melewati kawasan wisata Kawah Ijen, kemudian turun melalui Licin hingga ke pusat kota Banyuwangi.
Meski medan yang dilalui cukup berkelok dan menanjak, pemandangan di sepanjang rute membuat perjalanan terasa seperti petualangan alam yang menakjubkan.
Pesona Alam di Sepanjang Perjalanan
Perjalanan dimulai dari Desa Sempol yang dikelilingi oleh perkebunan kopi dan udara sejuk khas pegunungan.
Di pagi hari, kabut tipis menyelimuti hamparan hijau, menciptakan suasana magis yang memanjakan mata.
Memasuki kawasan Taman Wisata Alam Kawah Ijen, wisatawan akan melintasi jalur hutan pinus dan cemara yang asri.
Di beberapa titik, terlihat siluet Gunung Raung menjulang gagah di kejauhan. Tak jarang, kawanan monyet ekor panjang terlihat di pinggir jalan, menambah kesan alami dan liar dari kawasan ini.
Puncaknya tentu saja adalah Kawah Ijen sendiri. Meski hanya sekilas terlihat dari jalur kendaraan, pesona danau asam berwarna toska dan fenomena blue fire di malam hari menjadikan kawasan ini sebagai salah satu ikon wisata terbaik di Jawa Timur.
Menuruni jalur menuju Banyuwangi, hamparan sawah bertingkat dan lembah hijau di Kecamatan Licin menjadi suguhan terakhir sebelum tiba di pusat kota.
Sepanjang jalan, tersedia sejumlah titik istirahat dengan warung kopi lokal yang menyajikan kopi robusta khas Ijen dan hidangan tradisional.
Daya Tarik Bagi Wisatawan dan Pengendara
Jalur alternatif ini diyakini semakin diminati wisatawan, terutama saat musim liburan. Jalur Kawah Ijen bukan hanya alternatif, tapi destinasi itu sendiri. Banyak wisatawan sengaja memilih rute ini untuk menikmati keindahan alam yang tidak ditemukan di jalur utama.
Meski demikian, ia mengimbau pengendara untuk tetap berhati-hati, terutama saat musim hujan. Jalan yang sempit dan licin membutuhkan kewaspadaan ekstra.
Jalur Bernuansa Wisata
Pemerintah daerah pun terus membenahi infrastruktur di sepanjang rute ini. Selain memperlebar jalan di beberapa titik, pemerintah juga menyiapkan spot-spot foto, rest area, dan papan informasi wisata.
Dengan kombinasi fungsi sebagai jalur alternatif dan jalur wisata, rute Kawah Ijen menjadi pilihan menarik bagi siapa pun yang ingin ke Banyuwangi sambil menikmati lukisan alam pegunungan Jawa Timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin