Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalur Mbah Singo Gumitir, Tikungan Maut Penguji Mekanik Para Sopir

Agung Sedana • Kamis, 26 Juni 2025 | 22:59 WIB
Kondisi macet jalur Gumitir.
Kondisi macet jalur Gumitir.

RADARBANYUWANGI.ID – Di tengah lebatnya hutan perbatasan Jember dan Banyuwangi, terselip sebuah tikungan populer yang kerap membuat bulu kuduk berdiri, namanya jalur Mbah Singo.

Terletak di KM 36,800 kawasan Gumitir, tikungan ini menjadi momok bagi para sopir truk yang melintas, terutama mereka yang membawa muatan berat seperti kayu, tebu, atau bahkan pupuk kandang.

Nama “Mbah Singo” memang terdengar cukup sangar. Dalam bahasa Indonesia berarti Leluhur Singa.

Masyarakat sekitar lebih mengenalnya karena reputasinya sebagai "jalur neraka", di mana rem blong dan truk terguling menjadi kejadian yang kerap terdengar. 

Tikungan ini berbentuk menyerupai huruf “S” yang curam, dengan kondisi jalan menurun tajam dan nyaris tanpa ampun bagi kendaraan yang kehilangan kendali.

Yang membuatnya lebih mengerikan, permukaan jalan di titik tersebut sempat mengalami retakan parah dan ambles. 

Akibatnya, ban kendaraan besar tidak mendapatkan pijakan stabil, dan kombinasi berat muatan dengan sudut kemiringan membuat banyak sopir tidak sempat bereaksi sebelum terguling.

Pada April 2024 lalu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melakukan penambalan dan pengaspalan ulang demi memperbaiki kondisi jalan. 

Namun hanya beberapa bulan berselang, tekanan kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load) kembali memperburuk kondisi. 

Retakan kembali muncul, dan kecelakaan pun berulang. Beberapa pekan terakhir bahkan tercatat ada kecelakaan di lokasi yang sama, menjadikannya salah satu titik paling rawan di lintas selatan Pulau Jawa.

Tak heran, selama musim padat, polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan Jatim kerap melakukan buka-tutup jalur atau pengalihan arus.

Banyak sopir terpaksa mengambil jalur Pantura untuk menghindari risiko maut di Mbah Singo, meski itu berarti memutar waktu dan ongkos tempuh.

Meski belum diketahui secara pasti apakah nama "Mbah Singo" berasal dari sosok leluhur atau hanya julukan lokal, namun nama itu kini identik dengan peringatan keras.

Bagi masyarakat umum, terutama yang bepergian malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk, disarankan agar tidak terburu-buru saat melintasi jalur ini.

Kurangi kecepatan, patuhi rambu, dan jika memungkinkan, hindari mengangkut beban berlebih.

Kabar terbaru, pemerintah berencana memperbaiki jalur ini. Apabila jadi dilakukan, maka penutup total arus lalu lintas dua arah bakal terjadi. 

Menurut informasi yang beredar, penutup dibutuhkan hingga dua bulan lamanya. Namun, ini masih dalam bentuk wacana.

Kanitlantas Polsek Kalibaru, Aipda Aries Prasetyanto, mengaku juga mendapat informasi tersebut. Ia belum berani memberikan kepastian penutupan jalur itu.

"Kami juga dapat informasi itu tapi sejauh ini belum ada koordinasi lagi," pungkasnya.

Editor : Agung Sedana
#gumitir #ditutup #Mbah Singo #banyuwangi #jember