Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kapal Cepat Banyuwangi–Denpasar Sudah Siap! Tapi Kenapa Belum Beroperasi?

Sigit Hariyadi • Selasa, 24 Juni 2025 | 11:03 WIB
Wamenpar RI Ni Luh Puspa didampingi Wabup Mujiono menyampaikan dukungan terhadap pengoperasian kapal cepat Banyuwangi–Bali dan sebaliknya di Buleleng, Bali, Minggu (22/6).
Wamenpar RI Ni Luh Puspa didampingi Wabup Mujiono menyampaikan dukungan terhadap pengoperasian kapal cepat Banyuwangi–Bali dan sebaliknya di Buleleng, Bali, Minggu (22/6).

RADARBANYUWANGI.ID - Rencana pengoperasian kapal cepat penghubung Banyuwangi dengan Pantai Lovina, Buleleng, Bali, masih mengalami kendala.

Meski Kementerian Pariwisata RI telah menyatakan komitmennya menyediakan transportasi laut tersebut, kesiapan dermaga di Pantai Lovina menjadi hambatan utama yang belum terselesaikan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Forum Penguatan Amenitas dan Aksesibilitas dalam Rangka Mendukung Paket Wisata 3B (Banyuwangi, Bali Utara, dan Bali Barat) yang digelar di Buleleng, Minggu (22/6).

Dalam forum tersebut, Wamenpar menegaskan bahwa pihaknya siap menyediakan kapal cepat begitu dermaga di Lovina rampung dibangun. Sementara itu, dermaga di Pantai Marina Boom Banyuwangi dilaporkan sudah seratus persen siap digunakan.

Ni Luh Puspa berharap adanya dorongan konkret dari berbagai pihak, termasuk dari anggota DPD RI Bali, Rai Dharmawijaya Mantra, agar pembangunan dermaga di Pantai Lovina bisa dipercepat.

Sebelumnya, pengembangan dermaga ini telah diusulkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025, namun belum dapat direalisasikan.

Sebagai alternatif, Wamenpar menyarankan opsi keterlibatan investor untuk mempercepat penyediaan infrastruktur tersebut.

Sambil menunggu kesiapan dermaga di Lovina, pemerintah daerah diimbau untuk mengoptimalkan Pelabuhan Gilimanuk sebagai jalur penghubung sementara antara wisatawan Bali dan Banyuwangi.

Pemerintah daerah di kawasan 3B juga didorong untuk terus mematangkan destinasi wisata unggulan masing-masing demi mendukung keberhasilan program wisata lintas daerah tersebut.

Selain jalur laut, Kemenpar juga menyiapkan strategi pemanfaatan Bandara Banyuwangi sebagai pintu masuk utama wisatawan. Skema perjalanan akan dilanjutkan melalui kombinasi jalur darat dan laut menuju Bali Utara dan Barat.

”Dengan adanya Paket Wisata 3B, konsentrasi wisatawan dapat terdistribusi ke wilayah Bali Utara dan Barat, mengurangi beban pariwisata yang selama ini terpusat di Bali Selatan,” terang Wamenpar Ni Luh Puspa.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono memastikan bahwa infrastruktur di wilayahnya telah sangat siap untuk mendukung konektivitas wisata dalam program 3B.

Bandara Banyuwangi disebut telah memenuhi standar internasional dan saat ini hanya tinggal menunggu perizinan operasional.

Selain itu, dermaga di Pantai Marina Boom juga telah siap digunakan untuk melayani kapal cepat rute Banyuwangi–Pelabuhan Serangan, Denpasar.

Mujiono menegaskan, kapal cepat Banyuwangi–Denpasar sudah tersedia dan siap beroperasi dari Pantai Boom.

”Kapal cepat Banyuwangi-Denpasar sudah tersedia di Pantai Boom. Kami hanya menunggu operasionalisasi. Dengan begitu, saat rute ini diaktifkan, semuanya sudah siap tanpa kendala,” ujar Wabup Mujiono.

Dengan dukungan infrastruktur yang terus dimatangkan dan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah, program wisata 3B diharapkan dapat membuka konektivitas baru antara Banyuwangi dan Bali, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di kedua wilayah. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#kapal cepat #denpasar #bali #banyuwangi #lovina