RADARBANYUWANGI.ID – Selama ini Ketapang lebih dikenal sebagai gerbang penyeberangan antara Banyuwangi dan Bali.
Namun siapa sangka, hanya selemparan batu dari pelabuhan tersibuk di ujung timur Jawa itu, tersimpan destinasi wisata baru yang belum banyak diketahui orang: Cangka, kolam alami berbentuk hati yang tersembunyi di kaki Gunung Remuk.
Destinasi ini terletak di Dusun Gunung Remuk, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Namanya mungkin masih asing di telinga wisatawan, tapi daya tariknya dijamin tak kalah dengan objek wisata populer lain di Banyuwangi.
Cangka terbentuk dari pertemuan dua aliran mata air yang jernih dan sejuk.
Dalam bahasa Madura, cangka berarti pertemuan atau penggabungan, menggambarkan bagaimana aliran sungai itu bersatu dan membentuk sebuah cekungan alami.
Uniknya, jika dilihat dari atas, cekungan air ini menyerupai bentuk hati. Tak heran jika warga dan anak-anak muda menyebutnya sebagai Kolam Cinta Gunung Remuk.
“Airnya diyakini bisa menyembuhkan penyakit, dan enteng jodoh,” seloroh Marto, warga setempat, sembari tertawa kecil.
Kolam cinta ini bagian dari aliran Sungai Ketapang yang memiliki panjang sekitar 10,26 kilometer.
Sungai ini menjadi alternatif wisata alam yang lokasinya hanya beberapa kilometer dari Pelabuhan Ketapang.
Suasana alam di sekitarnya masih sangat alami—udara sejuk, air sungai jernih, dan rimbunnya pepohonan menciptakan atmosfer khas hutan tropis yang menenangkan jiwa.
Untuk mencapai lokasi Cangka, pengunjung bisa memulai perjalanan dari pertigaan SPBU Farly. Dari sana, cukup ikuti jalan lingkar Ketapang sejauh 4,3 kilometer menuju Akademi Kelautan Banyuwangi (Akaba).
Setelah belok ke arah SDN 4 Ketapang, perjalanan dilanjutkan melewati jalan paving yang berakhir pada jalan tanah sempit.
Akses ini belum ramah untuk kendaraan roda empat. Para pengunjung harus memarkir mobil di sekitar SD, lalu melanjutkan perjalanan dengan motor atau berjalan kaki.
Meski jalurnya cukup menantang, destinasi ini mulai dilirik para pecinta wisata alam tersembunyi. Nuansanya sejuk dan damai, cocok untuk melepas penat.
Tapi harus ekstra hati-hati saat musim hujan, karena jalan licin dan berlumpur bisa membuat motor selip.
Saat ini, Cangka belum dikelola secara komersial. Fasilitas umum pun nyaris belum ada. Namun, potensi alamnya jelas menjanjikan.
Warga berharap destinasi ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah agar bisa dikembangkan tanpa merusak keasriannya.
“Kalau akses jalan diperbaiki, Cangka bisa jadi primadona wisata baru di Banyuwangi utara,” tambah Marto.
Di tengah hiruk-pikuk Pelabuhan Ketapang, Cangka hadir sebagai oase tersembunyi yang menawarkan ketenangan dan keindahan alami. Belum banyak yang tahu, tapi justru di situlah letak pesonanya.
Bagi pelancong yang ingin menjelajahi sisi lain Banyuwangi, Kolam Cinta Gunung Remuk bisa jadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. (*)
Editor : Ali Sodiqin