RADARBANYUWANGI.ID - Pengembangan pariwisata ramah lingkungan terus dikembangkan di Banyuwangi.
Salah satunya adalah wisata kapal listrik yang saat ini tengah dioperasikan di dermaga Pantai Marina Boom.
Wisata ini menjadi sebuah terobosan dalam sektor pariwisata yang mengedepankan penggunaan energi bersih.
Berbeda dari kapal wisata konvensional, kapal yang bisa memuat sekitar 15 penumpang ini sepenuhnya ditenagai oleh energi listrik.
Tanpa menggunakan bahan bakar fosil sama sekali.
Pengelola wisata kapal listrik, Hilman Syah Anwar, mengatakan bahwa aspek ramah lingkungan menjadi nilai utama kapal ini.
Hal itu sekaligus menjadi langkah para pelaku wisata dalam mewujudkan pariwisata yang ramah lingkungan di Banyuwangi.
"Sesuai namanya kapal listrik, kapal ini tidak menggunakan bahan bakar sama sekali. Sumber energi kapal ini 100 persen dari listrik," kata Hilman.
Kapal ini mengintegrasikan panel surya sebagai salah satu sumber energi. Selain menggunakan mayoritas energi dari baterai yang diisi ulang, kapal ini juga memanfaatkan energi yang terbarukan.
"Selain sekadar menjadi wisata, kapal ini juga bisa menjadi media edukasi soal konsep energi baru terbarukan yang ramah lingkungan," tambah Hilman.
Kapal listrik melayani pelayaran pendek dengan mengelilingi kawasan sekitar Pantai Marina Boom.
Mulai dari ujung dermaga milik Dishub Jatim, kemudian masuk ke kawasan Teluk Pantai Marina Boom, lalu di sekitaran Pulau Gili Wangi dan kembali lagi ke dermaga.
"Sejak dibuka pada pertengahan Mei lalu, minat masyarakat terhadap wisata kapal listrik cukup tinggi. Kapal ini punya berkapasitas maksimal 15 orang. Hari biasa kita melayani dua trip, tapi akhir pekan bisa empat trip,’’ imbuhnya.
Wisata kapal listrik menjadi contoh nyata bagaimana Banyuwangi terus berinovasi dalam sektor pariwisata.
Tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memelopori praktik-praktik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
"Kapal ini merupakan aset dari Provinsi Jatim. Kita berharap dengan pengelolaan ini, bisa berkontribusi kepada PAD," tandasnya. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin