Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan Lagi Kota Penyangga, Bekasi Kini Jadi Pusat Mobilitas Urban dan Antarkota

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:15 WIB
Stasiun Bekasi catat lonjakan penumpang kereta api dan Commuter Line.
Stasiun Bekasi catat lonjakan penumpang kereta api dan Commuter Line.

RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa Stasiun Bekasi kini memainkan peran vital dalam strategi modernisasi layanan kereta nasional.

Tak sekadar menjadi stasiun perlintasan, Bekasi telah menjelma sebagai salah satu simpul transportasi utama yang mengintegrasikan mobilitas urban dan antarkota di koridor timur Jakarta.

Menurut Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, transformasi ini menunjukkan bahwa Bekasi bukan lagi sekadar kota penyangga, melainkan pusat pergerakan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap konektivitas regional.

Lonjakan Pengguna Commuter Line dan KA Jarak Jauh

Kinerja Stasiun Bekasi menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua jenis layanan utama:

Commuter Line:

KA Jarak Jauh (KA JJ):

Pertumbuhan ini menunjukkan peran strategis Bekasi sebagai titik naik-turun favorit bagi penumpang yang berasal dari wilayah seperti Tambun, Cibitung, hingga Cikarang, tanpa harus ke stasiun besar seperti Gambir atau Pasar Senen.

Fasilitas Baru dan Penataan Jalur Lebih Modern

Transformasi Stasiun Bekasi turut didukung pengembangan fasilitas seluas 3.600 meter persegi yang meliputi:

Penataan ulang peron dan jalur pun dilakukan untuk memisahkan alur layanan KA JJ dan Commuter Line, sehingga keduanya bisa berjalan lebih efisien tanpa gangguan operasional.

Dukung Proyek Nasional dan Konektivitas Multimoda

Stasiun Bekasi juga menjadi bagian penting dari proyek Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang, yang memisahkan jalur kereta antarjenis dan meningkatkan:

Terintegrasi pula dengan Trans Patriot, angkot, ojek daring, dan terminal bus kota, menjadikannya simpul antarmoda yang lengkap dan efisien.

Langkah Jangka Panjang untuk Mobilitas Masa Depan

Dalam koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Pemkot Bekasi, revitalisasi ini bertujuan mendukung pengembangan mobilitas berkelanjutan, serta menjadi alternatif utama keberangkatan KA Jarak Jauh dari wilayah penyangga ibu kota.

Pada periode Januari-April 2025, lintas Cikarang Line mencatat 26.534.509 pengguna, memperkuat koridor Bekasi-Cikarang sebagai tulang punggung mobilitas harian menuju pusat Jakarta. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#commuter line #krl #Kereta Api #bekasi