RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan bahwa Stasiun Bekasi kini memainkan peran vital dalam strategi modernisasi layanan kereta nasional.
Tak sekadar menjadi stasiun perlintasan, Bekasi telah menjelma sebagai salah satu simpul transportasi utama yang mengintegrasikan mobilitas urban dan antarkota di koridor timur Jakarta.
Menurut Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, transformasi ini menunjukkan bahwa Bekasi bukan lagi sekadar kota penyangga, melainkan pusat pergerakan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap konektivitas regional.
Lonjakan Pengguna Commuter Line dan KA Jarak Jauh
Kinerja Stasiun Bekasi menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam dua jenis layanan utama:
Commuter Line:
- 2023: 9.426.792 penumpang berangkat
- 2024: 10.890.061 penumpang berangkat (meningkat 15,5 persen)
- Januari-April 2025: 3.575.241 penumpang berangkat
KA Jarak Jauh (KA JJ):
- 2023: 855.538 penumpang
- 2024: 1.155.880 penumpang (meningkat 35,1 persen)
- Januari-April 2025: 423.604 penumpang (setara 36,6 persen dari total 2024)
Pertumbuhan ini menunjukkan peran strategis Bekasi sebagai titik naik-turun favorit bagi penumpang yang berasal dari wilayah seperti Tambun, Cibitung, hingga Cikarang, tanpa harus ke stasiun besar seperti Gambir atau Pasar Senen.
Fasilitas Baru dan Penataan Jalur Lebih Modern
Transformasi Stasiun Bekasi turut didukung pengembangan fasilitas seluas 3.600 meter persegi yang meliputi:
- Ruang tunggu ber-AC
- Lift dan eskalator
- Fasilitas ramah disabilitas
- Mushala dan vending machine tiket
- Digital signage informasi real-time
Penataan ulang peron dan jalur pun dilakukan untuk memisahkan alur layanan KA JJ dan Commuter Line, sehingga keduanya bisa berjalan lebih efisien tanpa gangguan operasional.
Dukung Proyek Nasional dan Konektivitas Multimoda
Stasiun Bekasi juga menjadi bagian penting dari proyek Double-Double Track (DDT) Manggarai-Cikarang, yang memisahkan jalur kereta antarjenis dan meningkatkan:
- Headway dan frekuensi layanan
- Keandalan waktu tempuh
- Kapasitas dan kenyamanan penumpang
Terintegrasi pula dengan Trans Patriot, angkot, ojek daring, dan terminal bus kota, menjadikannya simpul antarmoda yang lengkap dan efisien.
Langkah Jangka Panjang untuk Mobilitas Masa Depan
Dalam koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan Pemkot Bekasi, revitalisasi ini bertujuan mendukung pengembangan mobilitas berkelanjutan, serta menjadi alternatif utama keberangkatan KA Jarak Jauh dari wilayah penyangga ibu kota.
Pada periode Januari-April 2025, lintas Cikarang Line mencatat 26.534.509 pengguna, memperkuat koridor Bekasi-Cikarang sebagai tulang punggung mobilitas harian menuju pusat Jakarta. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi