RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) III Palembang mencatat lonjakan signifikan penjualan tiket kereta api selama periode libur panjang Hari Raya Waisak 2025.
Hingga Minggu (11/5), sebanyak 13.065 tiket telah terjual, melebihi kapasitas yang disediakan yaitu 107 persen dari total 12.170 tempat duduk.
Manajer Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa tingginya animo masyarakat terhadap moda transportasi kereta api telah mendorong KAI untuk menyesuaikan layanan demi kenyamanan penumpang.
"Penjualan tiket diperkirakan akan terus meningkat, khususnya pada rute-rute padat seperti Stasiun Payakabung, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, Kota Padang, dan Lubuklinggau," ujarnya.
Tambahan Kereta Eksekutif dan Layanan Optimal
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI Divre III Palembang menambah satu kereta eksekutif pada rangkaian KA Sindang Marga relasi Kertapati-Lubuklinggau untuk keberangkatan tanggal 9 hingga 11 Mei 2025.
Penambahan serupa juga berpotensi dilakukan pada 12-13 Mei 2025. Hal ini menunjukkan komitmen KAI dalam meningkatkan kualitas layanan dengan menambah kapasitas tanpa mengabaikan kenyamanan pelanggan.
Perawatan Lokomotif Dijaga Ketat
Selain penambahan armada, KAI juga mengoptimalkan kegiatan perawatan sarana lokomotif di UPT Depo Lokomotif Kertapati, guna menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan. Depo tersebut mengelola 84 unit lokomotif, dengan rincian:
- Lokomotif Seri CC 201: 7 unit
- Lokomotif Seri CC 204: 30 unit
- Lokomotif Seri CC 206: 47 unit
Perawatan dilakukan secara berkala dengan sistem P1 (1 bulan), P3 (3 bulan), P6 (6 bulan), dan P12 (12 bulan), serta Daily Check yang mencakup pemeriksaan rangka bawah, rangka atas, hingga kebersihan lokomotif dan ruang masinis.
“Dengan sistem perawatan berlapis ini, KAI memastikan seluruh armada siap melayani penumpang dalam kondisi optimal,” tambah Aida.
Imbauan kepada Pelanggan
Masyarakat diimbau untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui Access by KAI, website kai.id, atau agen penjualan resmi. Aida juga menegaskan agar masyarakat tidak membeli tiket dari pihak tidak resmi.
“Sistem KAI menerapkan satu identitas untuk satu tempat duduk serta pembatasan pembelian maksimal 10 tiket dalam satu kode booking. Ini untuk menjamin ketertiban dan kenyamanan pelanggan,” jelasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi