Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gak Perlu Cetak Tiket, KAI Kini Andalkan Pemindai Wajah, Cocok Buat Gen Z

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 9 Mei 2025 | 20:09 WIB
Didominasi Gen Z, KAI ubah wajah layanan jadi serba digital.
Didominasi Gen Z, KAI ubah wajah layanan jadi serba digital.

RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus bertransformasi menyeluruh dalam menghadapi tantangan industri transportasi modern.

Dalam paparannya di Grab Business Forum 2025, Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menegaskan bahwa generasi Z kini mendominasi profil pelanggan KAI.

Hal ini mendorong perusahaan untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang cepat, praktis, dan serba digital.

Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat akrab dengan teknologi, menyukai kecepatan, dan menghargai kenyamanan digital.

Menjawab tuntutan itu, KAI melakukan berbagai inovasi layanan berbasis teknologi terkini, seperti:

“Kini pelanggan cukup memindai wajah, tanpa perlu mencetak tiket atau antre panjang. Prosesnya cepat dan aman karena sesuai standar ISO 27001,” ungkap Didiek.

Transformasi ini tidak hanya didorong oleh perkembangan teknologi, tetapi juga perubahan profil demografis pelanggan.

Gen Z, yang tumbuh di era digital, mengharapkan layanan yang serba cepat, tanpa hambatan, dan terintegrasi secara digital.

Inilah yang mendorong KAI untuk menjadi perusahaan transportasi publik yang adaptif, solutif, dan kolaboratif.

“KAI tidak hanya beradaptasi, tapi juga bertransformasi secara menyeluruh. Kami berinovasi secara berkelanjutan dan memberikan solusi yang dibutuhkan pelanggan,” tegas Didiek.

Keberhasilan strategi ini tercermin dalam kinerja Angkutan Lebaran 2025, di mana volume penumpang naik dari 4,4 juta (2024) menjadi 4,7 juta.

Ketepatan waktu keberangkatan pun mencapai 99,69 persen, dan kedatangan 97,23 persen. Angka yang menunjukkan kepercayaan publik terhadap layanan KAI.

Selain penumpang, KAI juga memperkuat lini bisnis logistic. Dibuktikan dengan investasi hampir Rp30 triliun di wilayah Sumatera Selatan untuk memperkuat layanan angkutan batu bara yang strategis bagi ketahanan energi nasional.

Didiek juga menegaskan bahwa pandemi menjadi titik balik bagi perusahaan seperti membentuk ketahanan, mendorong efisiensi, dan mempercepat digitalisasi.

“Kami tidak hanya bertahan, tapi juga tumbuh. Ketahanan dan semangat beradaptasi itulah yang kini memperkuat pondasi bisnis KAI,” pungkasnya. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#tiket #KAI #Kereta Api #Gen Z #pemindai wajah