Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Waduk Bajulmati Dikembangkan Jadi Spot Wisata Baru di Banyuwangi, Ada Patung Ikonik Gandrung Menari

Agung Sedana • Rabu, 7 Mei 2025 | 13:45 WIB
IKONIK: Patung penari gandrung ukuran besar berdiri megah di dekat Waduk Bajulmati. Patung gandrung tersebut menjadi bagian dari identitas budaya Banyuwangi.
IKONIK: Patung penari gandrung ukuran besar berdiri megah di dekat Waduk Bajulmati. Patung gandrung tersebut menjadi bagian dari identitas budaya Banyuwangi.

RADARBANYUWANGI.ID – Keberadaan Waduk Bajulmati yang terletak di perbatasan Wongsorejo, Banyuwangi–Situbondo sangat strategis untuk dikembangkan.

Selain difungsikan untuk mengairi 1.800 hektare lahan pertanian di Wongsorejo, Waduk Bajulmati akan dibidik menjadi pengembangan sport tourism.

Rencana tersebut diawali dengan survei Wadul Bajulmati yang dilakukan Bupati Ipuk Fiestiandani bersama tim pada Senin kemarin (5/5).

Setelah melihat dari dekat, Bupati Ipuk akan mengoptimalkan fungsi Waduk Bajulmati. Tidak hanya fungsi irigasi, tapi juga pada fungsi rekreasi dan kepariwisataan.

Dikatakan Ipuk, Waduk Bajulmati memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan menjadi spot wisata. Inovasi yang perlu ditambahkan hanya atraksi sebagai pelengkap keindahan yang ada.

”Nanti akan kita agendakan sebuah event atau atraksi supaya bisa meningkatkan daya tariknya sehingga bisa menarik minat banyak wisatawan,” kata Ipuk.

Ipuk bersama tim telah melakukan survei dan eksplorasi di kawasan sekitar waduk. Istri mantan Menpan-RB Abdullah Azwar Anas itu berjalan kaki dari pos Perhutani di daerah Pasewaran menuju Waduk Bajulmati.

Jaraknya sekitar 2 kilometer.  Ipuk terkagum sebab perjalanan menuju waduk memiliki panorama yang menarik, ditambah medannya juga menantang.

Di pinggir jalur banyak susunan pohon jati. Rombongan perlu melintasi dua sungai kecil dengan air yang jernih.

”Tempat ini bagus dijadikan spot wisata. Jalurnya memang unik dan alami, jadi memungkinkan untuk dibuat sport tourism. Akan kita kaji lagi, perlu duduk dengan Perhutani dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membahasnya,” kata Ipuk.  

Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi Riza Al Fahrobi mengatakan, Waduk Bajulmati mampu menampung air dengan kapasitas maksimal 10 juta meter kubik (m3).

Baca Juga: Lokasinya di Perbatasan Situbondo-Wongsorejo,  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Tinjau Waduk Bajulmati. Segini Kemampuan Waduk Mengairi Lahan

Waduk ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1.800 hektare lahan pertanian di Wongsorejo yang dikenal sebagai daerah kering.

Hingga saat ini, ketinggian air masih di angka 87,6 meter, yang menunjukkan kondisi aman untuk memasuki musim kemarau.

”Airnya cukup untuk mengairi target 1.800 hektare lahan pertanian di wilayah Kecamatan Wongsorejo,” kata dia.

Waduk Bajulmati juga memasok air baku sebesar 180 liter per detik serta memiliki peran strategis dalam pengendalian banjir. Ketinggian air dijaga agar tetap berada di level normal, yakni antara 80–87 meter.

”Waduk Bajulmati didesain dengan banyak fungsi, mulai irigasi, penyedia air baku, penahan banjir, konservasi vegetasi, pembangkit listrik, hingga destinasi wisata,” jelas Reza. (cw4/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Bupati Banyuwangi #abdullah azwar anas #Waduk Bajulmati #Patung Gandrung #patung ikonik #wongsorejo #Sport Tourism #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi #gandrung #menari