RadarBanyuwangi.id – Pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2A menunjukkan progres signifikan.
PT MRT Jakarta (Perseroda) melaporkan bahwa hingga April 2025, pengerjaan paket kontrak CP201 yang mencakup Stasiun Thamrin dan Monas telah mencapai 87,38 persen.
Menurut Ahmad Pratomo, Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, proses konstruksi berjalan sesuai rencana.
“Tim konstruksi dan kontraktor telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan fisik utama. Kami optimis dapat menyelesaikan proyek ini tepat waktu,” ujarnya, Kamis (30/4).
Rincian Progres di Stasiun Thamrin dan Monas
Di Stasiun Thamrin, kegiatan pembangunan yang sedang berlangsung meliputi:
- Pengerjaan pintu masuk tiga (site clearance entre)
- Pengecoran dinding stasiun
- Penguatan struktur tanah menggunakan metode jet grout
- Penggalian pintu masuk tujuh dan delapan
- Perakitan rangka baja pintu masuk empat
- Instalasi sistem HVAC, drainase, pemadam kebakaran, dan elektrikal
Sementara itu, di Stasiun Monas, tim konstruksi fokus pada:
- Pengujian eskalator dan elevator
- Pemasangan dinding aluminium composite panel (ACP) di koridor pintu masuk satu
- Pengecoran tangga masuk
- Penggalian dan pembetonan pada pintu masuk dua
Progres Positif di Paket Konstruksi Lain
Selain CP201, perkembangan konstruksi juga terlihat pada paket lainnya:
- CP202 (Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar): Telah mencapai 51,17 persen, melampaui target 47,14 persen. Saat ini dalam tahap ekskavasi dan pengecoran serta persiapan pembangunan stacked tunnel pertama di Indonesia.
- CP203 (Glodok dan Kota): Pekerjaan telah mencapai 72,12 persen. Fokus utama meliputi pembangunan tangga darurat, sistem pembuangan kontaminan udara (OTE Duct), dan akses perawatan di terowongan.
Nilai Investasi dan Cakupan Proyek
Proyek MRT Jakarta Fase 2A mencakup jalur sepanjang 5,8 kilometer dari Bundaran HI hingga Kota, dengan total tujuh stasiun bawah tanah, yakni:
- Thamrin
- Monas
- Harmoni
- Sawah Besar
- Mangga Besar
- Glodok
- Kota
Investasi untuk Fase 2A diperkirakan mencapai Rp25,3 triliun, didanai melalui kerja sama pinjaman antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang.
Sementara itu, Fase 2B yang akan melanjutkan jalur dari Kota menuju Depo Ancol Barat saat ini masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).
Secara keseluruhan, proyek MRT Jakarta Fase 2 (Fase 2A dan 2B) diperkirakan menelan biaya Rp45,4 triliun, dengan skema pendanaan gabungan dari APBN, APBD, dan pinjaman luar negeri.
MRT Jakarta, Solusi Transportasi Masa Depan
Kehadiran MRT Jakarta Fase 2A diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan pusat ibu kota yang padat.
Selain menjadi solusi terhadap kemacetan lalu lintas, proyek ini mendukung perwujudan kota ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan pembangunan yang terus menunjukkan progres positif, PT MRT Jakarta berkomitmen menyelesaikan seluruh tahapan proyek sesuai target, baik dari segi teknis, keselamatan, maupun efisiensi waktu.
“Pembangunan ini bukan hanya tentang infrastruktur, melainkan tentang membentuk masa depan transportasi Jakarta yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” pungkas Ahmad. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi