RadarBanyuwangi.id – Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini kian dikenal bukan hanya sebagai jalur lintasan kereta api, melainkan sebagai destinasi wisata yang memikat.
Pemandangan alam yang memesona, dikombinasikan dengan kenyamanan moda transportasi kereta api, menjadikan perjalanan di wilayah ini sebuah pengalaman visual yang tak terlupakan.
Menurut Feni Novida Saragih, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, panorama sepanjang perlintasan kereta di Kulon Progo menyajikan hamparan sawah hijau, aliran Sungai Progo, perbukitan Menoreh, hingga pemukiman pedesaan yang masih alami.
“Kulon Progo bukan hanya lintasan, tapi juga etape penting dalam perjalanan kereta api di jalur selatan Jawa,” ungkapnya, Kamis (30/4).
Kelok Mertan View: Lukisan Hidup di Tengah Sawah
Salah satu spot paling ikonik adalah Kelok Mertan View yang terletak di Dusun Mertan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo.
Dari dalam kereta, penumpang bisa menyaksikan rel berkelok di tengah sawah, menampilkan liukan kereta seperti ular besi dengan latar Gunung Merapi dan Merbabu saat cuaca cerah.
Keunikan lanskap ini membuat Kelok Mertan View menjadi favorit para railfans, fotografer, serta wisatawan domestik dan mancanegara yang ingin mengabadikan momen indah kereta meliuk di antara alam hijau Kulon Progo.
Destinasi Wisata Alam Ramah Keluarga
Tidak hanya menawarkan keindahan dari balik jendela kereta, Kulon Progo juga dikenal dengan potensi wisata alamnya.
Beberapa tempat yang jadi andalan wisatawan antara lain:
- Waduk Sermo
- Kalibiru
- Pule Payung
- Bukit Isis
- Nglinggo Highland
Semua lokasi ini menghadirkan udara segar, lanskap fotogenik, dan cocok untuk aktivitas edukatif maupun keluarga.
Lokasi wisata tersebut mudah diakses dari Stasiun Wates, stasiun utama di Kulon Progo, yang menjadi simpul mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Layanan KA Meningkat, Akses Makin Mudah
Stasiun Wates kini melayani berbagai perjalanan kereta api antarkota dengan kenyamanan yang lebih tinggi.
Beberapa kereta api unggulan yang berhenti di stasiun ini antara lain:
- KA Lodaya
- KA Jaka Tingkir
- KA Mataram
- KA Senja Utama Solo
- KA Kahuripan
- KA Kutojaya Selatan
Selain pilihan kelas eksekutif dan ekonomi New Generation, tersedia pula layanan kereta api berbiaya terjangkau yang menjangkau berbagai kota penting di Jawa.
Integrasi Transportasi Kian Kuat dengan KA Bandara
Kemudahan akses ke Kulon Progo juga didukung oleh kedekatannya dengan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Penumpang dari YIA dapat langsung menuju Stasiun Wates menggunakan KA Bandara, memperkuat integrasi antarmoda di wilayah selatan Jawa.
“Dengan kemudahan akses dan potensi pariwisata yang tinggi, Kulon Progo bisa menjadi gerbang logistik, wisata, dan transportasi strategis,” ujar Feni.
KAI Dukung Pengembangan Wisata Berbasis Kereta Api
KAI khususnya Daop 6 Yogyakarta, terus mendorong sinergi antara transportasi dan pariwisata. Salah satu langkahnya adalah pengembangan simpul perjalanan berbasis kereta api yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Stasiun-stasiun seperti Wates akan terus kami dorong menjadi pusat mobilitas regional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan gaya hidup hijau,” pungkas Feni. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi