Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bukan Masalah Sepele, Layangan Tersangkut di Kabel LAA Kereta Cepat Whoosh Ternyata Berbahaya, Begini Penjelasannya

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 29 April 2025 | 18:35 WIB
Layangan tersangkut di kabel LAA kereta cepat Whoosh berpotensi mengganggu perjalanan.
Layangan tersangkut di kabel LAA kereta cepat Whoosh berpotensi mengganggu perjalanan.

RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat gangguan operasional sebanyak 32 kali sejak awal tahun ini akibat benang layangan yang tersangkut di jaringan listrik aliran atas (LAA) maupun pantograf kereta cepat Whoosh.

Kejadian ini bukan hanya menghambat perjalanan, tetapi juga mengancam keselamatan dan kenyamanan para penumpang.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak bermain layangan di sekitar jalur kereta cepat.

"Gangguan ini membuat kereta harus mengurangi kecepatan bahkan berhenti sementara untuk proses evakuasi dan pemeriksaan jalur sebelum dinyatakan aman melanjutkan perjalanan," jelas Eva melalui keterangan tertulisnya, Senin (28/4).

Benang layangan yang melilit komponen LAA atau pantograf memiliki potensi merusak sistem kelistrikan yang vital bagi operasional Whoosh.

Dalam beberapa kasus, KCIC harus melakukan perawatan intensif bahkan penggantian komponen, yang mengurangi jumlah sarana kereta siap operasi.

"Tentunya, hal ini dapat membahayakan perjalanan dan mengganggu kenyamanan seluruh penumpang Whoosh," imbuh Eva.

Gangguan teknis seperti ini juga berpotensi memperlambat mobilitas masyarakat yang mengandalkan kecepatan dan ketepatan waktu Whoosh sebagai pilihan transportasi modern.

Sebagai upaya pencegahan, KCIC telah menyiagakan 530 petugas pengamanan yang berjaga selama 24 jam di setiap 500 meter jalur kereta cepat.

Selain itu, jalur Whoosh dilengkapi sistem deteksi benda asing dan 1.396 CCTV yang tersebar sepanjang lintasan untuk memastikan keamanan operasional.

Tidak hanya itu, KCIC aktif melakukan 34 kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan pemukiman warga sekitar jalur kereta cepat.

Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bermain layangan di area terlarang.

KCIC juga bekerja sama dengan komunitas pecinta layang-layang serta pihak keamanan setempat guna meminimalkan risiko aktivitas di sekitar jalur kereta cepat.

Eva menekankan pentingnya peran semua pihak untuk mematuhi larangan bermain layangan dalam radius 500 meter dari jalur Whoosh.

"Seluruh pihak diimbau untuk mematuhi larangan ini dan ikut serta menciptakan lingkungan yang aman bagi transportasi masa depan Indonesia," pungkas Eva. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KCIC #WHOOSH #layangan #kereta cepat