RADARBANYUWANGI.ID - Pelayanan untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Gili Tramena, yang mencakup Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air, di Nusa Tenggara Barat, terus ditingkatkan.
Koperasi Karya Bahari (KKB) baru saja meluncurkan layanan pemesanan tiket penyeberangan secara online, yang diharapkan dapat mempermudah wisatawan dalam merencanakan perjalanan mereka tanpa harus mengantre lama.
Ketua KKB, Sabarudin, mengungkapkan bahwa layanan pemesanan tiket online ini saat ini baru tersedia untuk penyeberangan dari Pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan.
"Bisa langsung download, namanya Lallu.id," ujarnya, seperti dilansir dari Lombok Post.
Meskipun layanan ini sudah diterapkan sebelum libur lebaran lalu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui keberadaannya.
Oleh karena itu, KKB berkomitmen untuk melakukan sosialisasi lebih lanjut kepada wisatawan dan masyarakat.
"Besok kita akan sosialisasikan lagi," tambah Sabarudin. Meskipun pemesanan tiket online telah diberlakukan, penyeberangan ke Gili Trawangan masih didominasi oleh pelayanan manual.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya familiaritas masyarakat dengan aplikasi tersebut, yang masih dalam tahap pemantapan.
Sabarudin menjelaskan bahwa KKB bekerja sama dengan pihak ketiga yang direkomendasikan oleh Pemprov NTB untuk menerapkan sistem tiket online ini.
"Kita masih usahakan bayar pakai Gopay juga. Nanti setelah sudah dibayar, baru muncul kode tiket dan nomor kapal yang bisa ditukar," jelasnya.
Sistem pemesanan tiket online ini diharapkan dapat memberikan banyak manfaat, seperti validitas data pemesanan dan mengantisipasi praktik calo tiket.
Sabarudin menekankan pentingnya beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi, terutama karena wisatawan asing seringkali lebih familiar dengan sistem online.
"Harga tetap sama, tidak ada yang berubah," tegasnya.
Seiring dengan penerapan layanan ini, intensitas penyeberangan ke Gili Tramena mulai meningkat. Saat ini, sekitar 10 public boat melayani perjalanan pulang pergi dari Bangsal ke Gili Tramena setiap harinya.
Hal ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan saat pandemi Covid-19, ketika hanya ada 3-4 unit kapal yang beroperasi.
Seorang wisatawan asal Bandung, Bonny Rahardian, mengungkapkan bahwa pemesanan tiket secara online sangat memudahkan.
"Sebagai orang luar NTB, saya tidak perlu lagi membuang waktu banyak untuk repot mengantre. Saya berharap sistem ini dapat diterapkan tidak hanya di Gili Trawangan saja," pungkasnya.
Dengan adanya layanan pemesanan tiket online ini, diharapkan pengalaman wisatawan ke Gili Tramena menjadi lebih nyaman dan efisien, serta mendukung pertumbuhan pariwisata di daerah tersebut. (*)
Editor : Ali Sodiqin