RadarBanyuwangi.id - Dalam rangka memperingati satu abad perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di Indonesia, PT KAI Commuter menyuguhkan sebuah parade megah yang menampilkan perpaduan antara sejarah dan kemajuan teknologi transportasi.
Salah satu bintang utama dalam parade yang digelar di Stasiun Jakarta Kota ini adalah KRL SFC120-V produksi CRRC Qingdao Sifang, Tiongkok.
Kehadiran KRL ini bukan hanya sekadar perkenalan unit baru, tetapi juga pernyataan tegas bahwa KAI Commuter siap menyongsong era modernisasi sistem transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Didesain khusus sesuai spesifikasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), KRL SFC120-V membawa angin segar dalam dunia transportasi urban di Indonesia.
Dengan kode internal CLI-125 dan model pabrikan SFM138, kereta ini memiliki desain mirip dengan KRL metro Zhengzhou, namun dengan pintu geser yang menyatu ke dalam dinding kereta.
Pengadaan KRL ini dilakukan sebagai respons atas batalnya impor KRL bekas dari Jepang pada 2023.
Pemerintah melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) memfasilitasi pembelian 11 rangkaian unit baru dari CRRC, sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan moda transportasi nasional.
Rangkaian pertama tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 31 Januari 2025, tepat setahun setelah penandatanganan kontrak.
Unit ini langsung dikirim ke Depo KRL Depok untuk menjalani serangkaian uji coba dan sertifikasi kelaikan.
Pengujian dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 49 Tahun 2023 yang mencakup Uji Rancang Bangun dan Rekayasa, Uji Statis (struktur, sirkulasi udara, kelistrikan, dsb.), dan Uji Dinamis (pengereman, akselerasi, kenyamanan pengendaraan, dll.).
Rangkaian pertama harus menempuh 4.000 km dalam uji daya tahan untuk membuktikan performa sistemnya sebelum resmi dioperasikan.
Di antara sorotan utama parade 100 tahun KRL, CRRC SFC120-V tampil sebagai simbol transisi menuju transportasi berbasis rel yang lebih modern. Penonton dibuat terkesima dengan desain futuristik dan kelengkapan teknologi dari kereta ini.
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menegaskan bahwa KRL CRRC merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan Commuter Line sebagai tulang punggung mobilitas urban yang bebas macet dan ramah lingkungan.
Kehadiran KRL SFC120-V dalam parade ini menjadi bukti nyata bahwa modernisasi transportasi Indonesia tidak lagi sekadar rencana.
Di tengah nostalgia akan kereta-kereta lawas seperti ESS 3200 dan KRL JALITA, CRRC membawa harapan akan masa depan yang lebih cepat, nyaman, dan aman di jalur rel Jabodetabek.
Parade ini tidak hanya memperlihatkan sejarah panjang KRL, tetapi juga menyuarakan masa depan transportasi Indonesia yang inklusif, modern, dan berkelanjutan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi