Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

ESS 3200, Lokomotif Era Kolonial yang Kembali Hidup di Parade 100 Tahun KRL

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 24 April 2025 | 01:35 WIB
ESS 3200, lokomotif listrik legendaris dari era kolonial, kembali hadir di parade 100 tahun KRL Jabodetabek sebagai simbol sejarah perkeretaapian.
ESS 3200, lokomotif listrik legendaris dari era kolonial, kembali hadir di parade 100 tahun KRL Jabodetabek sebagai simbol sejarah perkeretaapian.

RadarBanyuwangi.id - Dalam momentum bersejarah 100 tahun operasional kereta rel listrik (KRL) di Indonesia, PT KAI Commuter mempersembahkan sebuah perayaan spektakuler bertajuk Parade Kereta Listrik dari Masa ke Masa.

Salah satu sorotan utama dalam parade ini adalah kehadiran lokomotif listrik ESS seri 3200, sebuah artefak hidup dari era kolonial yang kini tampil gagah dengan livery biru khasnya.

Melansir IRPS, lokomotif ESS 3200 merupakan bagian dari armada legendaris milik Electrische Staatsspoorwegen (ESS), perusahaan kereta listrik Hindia Belanda yang menjadi cikal bakal perkeretaapian listrik di Indonesia.

Dijuluki “Bonbon” karena warna aslinya yang cokelat, seri ini mulai beroperasi sejak era kolonial dan telah melalui berbagai perubahan livery.

Pada masa sebelum Perang Dunia II, warnanya berubah menjadi biru tua demi keperluan kamuflase.

Pasca kemerdekaan, warna berubah kembali menjadi abu-abu gelap, lalu abu-abu terang dengan garis biru menjelang masa pensiunnya.

Perubahan warna ini mencerminkan dinamika sosial-politik dan operasional sepanjang sejarah Indonesia.

Dalam parade yang berlangsung di Stasiun Jakarta Kota, ESS 3200 tampil menggandeng kereta Joko Kendil, rangkaian yang dulu melayani rute legendaris Tanjungpriok-Meester Cornelis.

Kombinasi ini bukan hanya pameran visual, tetapi juga napak tilas sejarah transportasi urban Jakarta, yang dahulu sangat bergantung pada sistem rel listrik.

ESS 3200 yang kini dikenal sebagai lokomotif 3201 sempat direstorasi dan dipreservasi sejak tahun 2007.

Dalam rangka parade 100 tahun, KAI Commuter kembali mengecat ulang lokomotif ini dengan warna biru cerah sesuai referensi brosur Belanda tempo dulu.

Meskipun bukan warna asli awal, warna ini menjadi penanda kuat identitas visual ESS 3200 di benak masyarakat.

Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menegaskan bahwa parade ini adalah bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang KRL di Indonesia, serta pengingat akan kemajuan yang telah dicapai.

Selain lokomotif lawas, parade juga menampilkan unit KRL terbaru buatan PT INKA dan CRRC sebagai simbol komitmen terhadap moda transportasi modern, efisien, dan berkelanjutan.

Kehadiran ESS 3200 dalam parade ini bukan hanya soal nostalgia, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap warisan teknologi dan sejarah yang membentuk wajah transportasi Jakarta hari ini.

Dengan demikian, lokomotif ini tak hanya dikenang sebagai artefak, tetapi sebagai simbol yang terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat urban Indonesia. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Lokomotif ESS 3200 #transportasi jakarta #Sejarah kereta listrik Indonesia #KAI Commuter parade #100 tahun KRL