RadarBanyuwangi.id - Dalam rangka memperingati satu abad perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter kembali membangkitkan memori akan masa lalu dengan menghadirkan livery legendaris JALITA dalam parade KRL di Stasiun Jakarta Kota.
Livery ini dipasang pada satu-satunya rangkaian eks Tokyu Railway yang masih beroperasi, yaitu rangkaian 8618F seri 8500.
Nama JALITA, singkatan dari "Jalan-jalan Lintas Jakarta", bukan sekadar nama rangkaian KRL. Ini merupakan simbol tonggak sejarah bagi KAI Commuter (saat itu Kereta Commuter Jabotabek/KCJ) yang pertama kali memiliki armada KRL sendiri pada tahun 2009, setelah sebelumnya hanya mengelola armada warisan dari KAI induk.
Melansir IRPS, rangkaian 8613F seri 8500 ini dibeli dari Tokyu Railway Jepang, sebuah perusahaan transportasi swasta yang terkenal di Tokyo.
Di masa awal operasionalnya di Indonesia, JALITA tampil mencolok dengan livery unik berwarna merah, abu-abu, dan kuning yang tidak dimiliki oleh rangkaian lain.
Keberadaannya langsung mencuri perhatian publik dan menjadikan JALITA sebagai ikon transportasi urban modern kala itu.
Sayangnya, masa tugas JALITA tidak berlangsung lama. Setelah tiga tahun beroperasi, rangkaian ini berhenti beroperasi pada tahun 2012 dan akhirnya dibesituakan pada 2017.
Meski begitu, warisan visual dan historisnya tetap hidup di ingatan masyarakat serta menjadi bagian tak terlupakan dari sejarah KRL Jabodetabek.
Untuk merayakan 100 tahun operasional KRL di Indonesia, KAI Commuter mengabulkan usulan dari komunitas pencinta kereta, IRPS, dengan menerapkan kembali livery JALITA pada rangkaian 8618F, rekan sejawat terakhir JALITA yang masih beroperasi. Rangkaian ini menjadi satu-satunya KRL seri 8500 eks Tokyu Railway yang aktif hingga saat ini.
Kehadiran livery JALITA dalam parade bukan hanya simbol penghormatan terhadap masa lalu, namun juga pengingat akan pencapaian dan transformasi transportasi publik di Jabodetabek.
Melalui parade ini, KAI Commuter tidak hanya memamerkan sejarah lewat KRL klasik seperti ESS 3200 dan Joko Kendil, tetapi juga memperkenalkan armada baru dari PT INKA dan CRRC sebagai bukti inovasi berkelanjutan.
Ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam merawat warisan sambil terus bergerak ke arah masa depan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan modern.
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto, menyatakan bahwa parade ini adalah bentuk terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan dedikasi terhadap pengembangan transportasi perkotaan yang berkelanjutan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi