Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hanya Dihuni Monyet, Ini Rupa Pulau Mustaka Dekat Pulau Merah Banyuwangi

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 20 April 2025 | 15:00 WIB
TEBING CURAM: Pemandangan salah satu sudut Pulau Mustaka dipotret dari udara. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TEBING CURAM: Pemandangan salah satu sudut Pulau Mustaka dipotret dari udara. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Pulau Mustaka merupakan pulau tak berpenghuni yang terletak tak jauh dari Pulau Merah.

Mustaka merupakan sebuah pulau kecil di Kecamatan pesanggaran, Banyuwangi. Luasnya hanya sekitar tiga hektare (3 Ha).

Untuk menuju pulau ini, hanya butuh waktu sekitar 15 menit perjalanan menggunakan perahu dari Pantai Pancer, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Meski ukurannya kecil, pulau ini menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Selain itu, struktur geologi pulau ini sangat unik. Hampir seluruh bagian terluarnya terdiri dari tebing-tebing curam.

Tebing ini kemudian membentuk benteng alami, menciptakan pemandangan yang dramatis dan memukau.

Tebing-tebing tersebut tidak hanya memperindah panorama pulau, tetapi juga menjadi habitat alami bagi kelompok monyet yang hidup di sana.

Monyet-monyet tersebut sering terlihat bermain dan berlarian di sekitar pulau, menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.

Di sekitar Pulau Mustaka, perairannya kaya akan keindahan bawah laut yang masih sangat alami.

Terumbu karang yang ada di sekitar pulau ini terjaga dengan baik, menjadi rumah bagi berbagai spesies ikan hias yang berwarna-warni.

Kejernihan air laut yang memukau membuat aktivitas snorkeling menjadi pilihan utama bagi pengunjung dengan skill renang profesional.

Para wisatawan dapat menyelam dan menikmati panorama bawah laut yang menawan, dengan berbagai spesies ikan dan biota laut lainnya.

Namun perlu tetap berhati-hati karena ombak dan arus laut di perairan tersebut sangat sulit diprediksi.

Selain itu, memancing juga menjadi kegiatan populer di sekitar perairan Pulau Mustaka, di mana pengunjung dapat merasakan sensasi memancing di laut yang jernih dan kaya akan ikan.

Tidak hanya keindahan alamnya yang menarik, Pulau Mustaka juga memiliki nilai sejarah yang cukup penting.

Salah satunya adalah peninggalan masa penjajahan Jepang berupa sebuah benteng pengintai yang terletak di puncak pulau.

Benteng ini dilengkapi dengan meriam besar yang dulu digunakan untuk mengawasi wilayah sekitar.

Benteng tersebut kini menjadi situs wisata sejarah yang menarik untuk dijelajahi, meskipun banyak cerita mistis yang beredar mengenai pulau ini.

Beberapa penduduk setempat dan wisatawan mengklaim merasakan hal-hal tak kasat mata ketika berkunjung ke pulau ini, menjadikannya sebagai tempat yang menyimpan misteri dan daya tarik tersendiri.

Meskipun Pulau Mustaka masih relatif belum banyak dijamah warga, tempat ini menawarkan pengalaman yang berbeda dan alami yang jauh dari keramaian. (gas/bay)

Editor : Ali Sodiqin
#Tebing Curam #jepang #pulau merah #wisata ekstrem #benteng #snorkeling #monyet #pulau mustaka