Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gubernur Jatim Khofifah Beber Alasan Pembukaan Kapal Cepat Rute Banyuwangi-Denpasar

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 15 April 2025 | 18:59 WIB
AKSESIBILITAS: Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau dermaga di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Jumat (4/4).
AKSESIBILITAS: Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Ipuk Fiestiandani meninjau dermaga di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Jumat (4/4).

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berencana untuk kembali membuka rute pelayaran kapal cepat yang menghubungkan Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi dengan Denpasar, Bali.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung kondisi Pelabuhan Pengumpan Regional Boom untuk memastikan kesiapan dermaga tersebut.

Dalam kunjungannya, Khofifah didampingi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi, serta kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim.

Mereka meninjau dermaga yang terletak di sisi utara Pantai Marina Boom, yang diproyeksikan sebagai salah satu infrastruktur utama untuk mendukung operasional kapal cepat yang akan melayani rute penyeberangan antara Banyuwangi dan Denpasar.

”Pembukaan rute ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, terutama bagi para pelancong dan pelaku usaha,” ujar Gubernur Khofifah.

Dia menambahkan bahwa penyeberangan dengan kapal cepat tersebut direncanakan akan dibuka pada bulan Juni mendatang.

Oleh karena itu, dirinya ingin memastikan kesiapan infrastruktur yang ada di Pelabuhan Marina Boom Banyuwangi.

Gubernur Khofifah juga menyatakan bahwa pelabuhan tersebut kemungkinan masih perlu dilengkapi dengan beberapa fasilitas tambahan, seperti ruang tunggu dengan desain khas Banyuwangi, agar pengguna jasa kapal cepat merasa nyaman.

”Kami ingin memaksimalkan pelayanan publik untuk pengguna jasa kapal cepat ini, sehingga semakin memperkuat interaksi antarkedua provinsi untuk saling memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Kepala Dishub Jatim, Nyono, menambahkan bahwa kapal cepat yang menghubungkan Banyuwangi dan Denpasar dapat menampung hingga 300 orang. Trayeknya akan disesuaikan dengan aturan dari Kementerian Perhubungan.

”Untuk status pelabuhan tetap sama, kami hanya perlu menyesuaikan keselamatan dan kenyamanan selama pelayaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani optimistis proyek kapal cepat ini dapat berjalan dengan baik. Banyuwangi sebelumnya memiliki trayek dengan rute serupa pada tahun 2015.

Dengan dukungan banyak pihak, kapal cepat dari Marina Boom menuju Denpasar dan sebaliknya diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat, terutama para wisatawan.

”Selama ini, hub menuju Bali salah satunya ada di Denpasar melalui bandara. Mereka yang ingin ke Jawa atau Banyuwangi membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam dengan perjalanan darat. Dengan kapal cepat, mereka bisa lebih cepat dan mengurangi risiko kemacetan di jalan. Kami optimistis kapal cepat ini bisa sustain,” pungkas Ipuk.

Dengan rencana ini, diharapkan konektivitas antara Jawa Timur dan Bali semakin meningkat, memberikan kemudahan bagi masyarakat dan mendukung sektor pariwisata di kedua daerah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#pembukaan rute #kapal cepat #Pantai Boom Banyuwangi #dishub jatim #denpasar #Khofifah Indar Parawansa #Ipuk Fiestiandani #PELABUHAN MARINA #banyuwangi #gubernur jatim