RadarBanyuwangi.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat total 409.664 penumpang yang menggunakan layanan kereta api di wilayah operasionalnya, meliputi lintasan dari Pasuruan hingga Banyuwangi, selama periode angkutan Lebaran 2025. Data ini dihimpun sejak tanggal 21 Maret hingga 9 April 2025.
Menurut Manajer Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, dari jumlah tersebut, sebanyak 200.951 penumpang tercatat berangkat dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 9 Jember, sementara 208.713 penumpang tercatat tiba di berbagai stasiun yang ada di jalur tersebut.
Tiga Stasiun dengan Lonjakan Penumpang Tertinggi
Selama masa arus mudik dan balik Lebaran, terdapat peningkatan signifikan di beberapa stasiun utama. Stasiun Jember mencatat kenaikan sebesar 2%, dengan total 62.035 penumpang berangkat selama periode tersebut.
Sementara itu, Stasiun Banyuwangi Kota mengalami pertumbuhan penumpang yang cukup mencolok sebesar 25%, dengan jumlah penumpang naik sebanyak 26.871 orang. Di sisi lain, Stasiun Ketapang juga menunjukkan peningkatan 12%, melayani 20.169 penumpang yang berangkat.
Dukungan Layanan Kereta Baru dan Tambahan
Lonjakan penumpang ini tidak terlepas dari beroperasinya layanan kereta baru seperti KA Ijen Express (relasi Ketapang–Malang PP), KA Mutiara Timur (Ketapang–Surabaya Pasarturi PP) yang kembali beroperasi secara reguler, serta penambahan perjalanan KA Mutiara Timur Tambahan (relasi Ketapang–Surabaya Gubeng PP).
“Kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi utama selama masa Lebaran menunjukkan bahwa layanan kami semakin diminati,” ujar Cahyo.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pelanggan atas kepercayaannya dalam menggunakan jasa kereta api yang telah membawa mereka ke tujuan dengan selamat, aman, dan nyaman.
Dukungan Pariwisata dan Perekonomian Lokal
KAI Daop 9 Jember juga aktif menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jember dan Banyuwangi dalam meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas antarmoda menuju stasiun.
Upaya ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata lokal dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kereta api tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang membawa manfaat luas bagi masyarakat di sepanjang jalur operasional,” pungkas Cahyo. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi