Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bikin Iri! Penumpang Ini Naik Kereta Api Tanpa Tunjukkan Tiket, Begini Caranya

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 9 April 2025 | 18:47 WIB
KAI sukses layani 694.960 penumpang dengan face recognition saat Lebaran 2025, efisienkan waktu boarding dan kurangi limbah kertas.
KAI sukses layani 694.960 penumpang dengan face recognition saat Lebaran 2025, efisienkan waktu boarding dan kurangi limbah kertas.

RadarBanyuwangi.id - Selama masa Angkutan Lebaran 2025 yang berlangsung sejak 21 Maret hingga 8 April 2025, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 694.960 penumpang telah menggunakan layanan boarding digital berbasis face recognition di berbagai stasiun utama.

Inovasi ini terbukti menjadi solusi efektif untuk mengurangi antrean, meningkatkan kecepatan pelayanan, serta mendukung efisiensi operasional.

Penerapan sistem pengenalan wajah ini tak hanya mempersingkat waktu pemeriksaan tiket, namun juga mengurangi penggunaan kertas secara signifikan.

Sepanjang periode Lebaran, KAI berhasil menghemat sekitar 1.655 rol tiket fisik, yang secara ekonomi setara dengan penghematan biaya sebesar Rp24,82 juta.

"Penggunaan face recognition mempercepat proses boarding dan mengurangi limbah kertas, sejalan dengan komitmen KAI terhadap digitalisasi dan keberlanjutan," ungkap Anne Purba, Vice President Public Relations KAI.

Pertumbuhan Pengguna Face Recognition

Sejak diluncurkan pada September 2022, layanan ini terus mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga kini, tercatat lebih dari 12,7 juta pelanggan telah menggunakan teknologi ini.

Pada tahun 2024 saja, pengguna meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, mencapai 7,1 juta penumpang.

Selama periode 1 Januari hingga 7 April 2025, sistem ini telah digunakan oleh 2,68 juta penumpang, menghasilkan penghematan tambahan sebanyak 6.394 rol tiket, atau sekitar Rp95,9 juta.

Stasiun-Stasiun yang Telah Mendukung Face Recognition

Untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan, teknologi ini telah diterapkan di 21 stasiun besar di berbagai wilayah operasional KAI, antara lain:

Penerapan sistem ini dilakukan secara strategis di stasiun dengan volume penumpang tertinggi selama musim mudik, guna memaksimalkan efisiensi.

Stasiun dengan Volume Penumpang Tertinggi

Sepuluh stasiun keberangkatan tersibuk selama Lebaran 2025 adalah:

  1. Pasarsenen: 379.783 penumpang
  2. Gambir: 264.102 penumpang
  3. Yogyakarta: 181.141 penumpang
  4. Surabaya Gubeng: 139.516 penumpang
  5. Semarang Tawang: 138.740 penumpang
  6. Semarang Poncol: 127.134 penumpang
  7. Surabaya Pasarturi: 126.753 penumpang
  8. Purwokerto: 122.815 penumpang
  9. Bekasi: 119.961 penumpang
  10. Bandung: 111.440 penumpang

Semua stasiun di atas telah didukung layanan face recognition untuk memastikan proses naik kereta lebih cepat dan efisien, terutama saat puncak arus mudik dan balik.

Capaian Tiket Terjual dan Layanan Selama Lebaran

Sampai dengan 8 April 2025 pukul 07.00 WIB, KAI telah menjual 4.439.535 tiket, dengan rincian sebagai berikut:

Selama periode 21 Maret – 7 April, tercatat 3.899.662 penumpang telah dilayani oleh KA Jarak Jauh dan KA Lokal. Capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel yang dinilai andal, nyaman, dan efisien.

“KAI terus berinovasi menghadirkan layanan transportasi berbasis digital yang mendukung efisiensi operasional dan kelestarian lingkungan. Pengembangan sistem face recognition akan terus diperluas ke lebih banyak stasiun,” pungkas Anne. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#sistem boarding otomatis #KAI Lebaran 2025 #mudik Lebaran 2025 #transportasi ramah lingkungan #teknologi kereta api Indonesia #digitalisasi layanan publik #inovasi transportasi publik #face recognition kai #efisiensi tiket kereta #boarding digital kereta api