RadarBanyuwangi.id - Wisatawan menyerbu Pantai Cacalan di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi selama cuti bersama Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah.
Terbukti, tingkat kunjungan meningkat drastis dibanding saat libur weekend biasa.
Bukan hanya wisatawan lokal, yang membanjiri Pantai Cacalan, tetapi juga para pemudik yang merantau dan pelancong dari luar kota yang sengaja berlibur di Banyuwangi.
Tak ayal, Pantai Cacalan tampak dipadati ribuan orang selama liburan di awal bulan April 2025 ini.
Buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga pukul 21.00 WIB, membuat pengunjung Pantai Cacalan lebih leluasa untuk bersantai kapan saja.
Apalagi, lahan di Pantai Cacalan sangat luas, dengan area sepanjang garis pantai 1,2 hektare ditambah area kuliner dan tempat bermain seluas 2,2 hektare.
Tidak tanggung-tanggung, garis pantainya sepanjang 12,5 kilometer tampak satu garis lurus dengan Pantai Solong dan Pantai Pulau Santen.
Keindahan pasir hitam disapu ombak yang kecil menawarkan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak bermain di sepanjang pantai.
Tiket masuknya hanya Rp 7.500 per orang, sedangkan parkir sepeda motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.
Lokasi Pantai Cacalan masih terhitung berada di kawasan tengah Kota Banyuwangi, bahkan dari jalan raya utama Jalan Yos Sudarso Banyuwangi hanya masuk sekitar 500 meter atau ditempuh 5 menit.
Apa saja wahana dan spot menarik bagi pengunjung Pantai Cacalan?
Menunggang kuda berkeliling Pantai Cacalan atau menaiki kano yang disewa Rp 20 ribu mengarungi Rowo Kano di sela-sela pohon mangrove, menjadi wahana yang menarik.
Spot foto keren bisa di atas jembatan di Rowo Kano.
Ada juga tempat bermain bagi anak-anak dengan permainan ayunan dan lainnya.
Lintasan joging disediakan bagi penghobi jalan kaki sembari menikmati pemandangan dan hawa laut yang segar
Bagi yang ingin santai atau bermalas-malasan merasakan semilir angin laut sembari menyeruput kopi, pengunjung disediakan payung kanopi dan beberapa gazebo.
Areal parkir cukup luas, ada fasilitas kamar mandi umum dan musala, menambah kenyamanan bagi pengunjung.
Balai pertemuan juga tersedia untuk menggelar acara-acara.
Jika musim libur panjang dan weekend ditampilkan hiburan live music, meski ada fasilitas karaoke.
Jangan takut kehausan, apalagi kelaparan, karena warung- warung makan berderet dengan aneka menu kuliner dan minuman segar, bahkan juga ada kios souvenir.
Menurut Ketua Humas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cacalan Beach, Budiyono, nama Pantai Cacalan berawal dari kisah gotong-royong warga bersihkan pohon bambu di pantai dengan mencangkul atau dicacal.
"Itulah awal mula nama Pantai Cacalan," pungkas Budiyono. (irw)
Editor : Ali Sodiqin