RADARBANYUWANGI.ID – Pendakian Gunung Raung yang sempat ditutup saat Lebaran kembali dibuka pada Kamis (3/4).
Begitu pendakian melalui jalur Dusun Wonorejo, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, ini dibuka, antusiasme pendaki langsung tinggi.
Bahkan, hingga memasuki hari kedua pembukaan pendakian Jumat (4/4) tercatat ada ratusan pendaki yang naik Gunung Raung.
Rata-rata setiap hari ada 150 pendaki yang naik gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.
”Untuk hari ini (kemarin) ada 150 pendaki,” ujar Petugas Sekretariat Pendakian Gunung Raung Eko Wahyudianto.
Para pendaki telah mendaftar jauh hari untuk mencapai puncak sejati. Menurut Eko, antusiasme calon pendaki Gunung Raung selama ini memang tinggi.
Maka tidak heran, setelah dibuka ada ratusan pendaki berdatangan dan naik ke Gunung Raung.
”Sejak sebelum dibuka sudah banyak pendaki yang booking. Angka itu untuk keseluruhan base camp yang ada di sini (Kalibaru),”" katanya.
Eko menyebut, jumlah pendaki Gunung Raung menurun hingga 70 persen selama Ramadan. Hal itu berpengaruh terhadap pendapatan tour guide pendakian.
”Waktu Ramadan minat pendakian memang turun, bahkan saya hanya mengantarkan tiga kali dengan jumlah 21 pendaki,” kata dia.
Hampir dua pekan pendakian ditutup, para pendaki harus menahan keinginannya untuk naik gunung.
Eko menyebut antusiasme pendakian meningkat karena bertepatan dengan momen libur Lebaran yang dinilai cukup panjang.
”Minat pendaki memang masih tinggi, memanfaatkan waktu liburan,” terangnya.
Selain itu, menurut Eko, hal itu juga ditengarai karena ditutupnya pendakian Gunung Semeru lantaran erupsi.
”Karena Semeru erupsi, Gunung Raung kini jadi salah satu favorit di Jatim,” sebutnya.
Sebelumnya, pendakian Gunung Raung ditutup sejak Sabtu (15/3).
Pada Ramadan pendakian ke Gunung Raung memang relatif sepi.
Kondisi itu dianggap normal karena pendakian ke gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa itu sangat menguras fisik.
”Pada bulan puasa jumlah pendaki menurun dibanding hari biasa,” pungkas Eko. (sas/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin