Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pop Mie Rp7 Ribu Dijual Rp25 Ribu, Disbudpar Warning Pedagang Aji Mumpung di Tempat Wisata Banyuwangi

Agung Sedana • Jumat, 4 April 2025 | 20:54 WIB
Ilustrasi pedagang di tempat wisata. (Dewi Safitri/Bojonegoro)
Ilustrasi pedagang di tempat wisata. (Dewi Safitri/Bojonegoro)

RADARBANYUWANGI.ID – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi memberikan warning terhadap para pedagang aji mumpung yang kerap getok harga jualan secara tidak wajar. Pengelola wisata juga diminta antisipasi munculnya parkir liar di kawasan tempat wisata saat libur lebaran nanti.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi Taufik Rohman, mengatakan bahwa gelombang wisatawan dari luar daerah sudah berdatangan. Ribuan pelancong berbondong-bondong memadati sejumlah wisata yang ada.

Taufik menyebut, pada momentum perputaran ekonomi skala besar itu kerap kali tercoreng ulah oknum pedagang yang tak segan menaikkan harga jualan. Wisatawan yang jarang menanyakan harga, biasanya langsung membeli.

Contohnya produk Pop Mie kemasan 75gr, biasa dijual seharga Rp7 ribu dalam kondisi seduh, bisa mencapai Rp25 ribu. Praktik ini tentunya dinilai Taufik memberikan dampak negatif terhadap citra tempat wisata itu sendiri.

“Justru hal ini membuat orang tidak nyaman berwisata dan merusak image Banyuwangi sebagai kota wisata,” kata Taufik kepada wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi.

Aji mumpung ini tak hanya dilakoni oknum pedagang keliling yang nakal. Bahkan tukang parkir juga kerap mengambil aji mumpung.

Di mana pada umumnya sepeda motor ditarik karcis Rp2 ribu, bisa lebih dari Rp5 ribu. Begitu juga mobil, bisa lebih dari Rp10 ribu.

“Tanpa karcis resmi, biasanya petugas parkir tidak bertanggung jawab jika ada kehilangan. Praktik ini kerap terjadi pula, dimanfaatkan untuk mencari keuntungan sepihak,” katanya.

Menurut Taufik, praktik aji mumpung ini tentu menimbulkan keresahan di kalangan wisatawan. Tidak menutup kemungkinan beberapa wisatawan enggan kembali ke tempat wisata tertentu karena pengalaman buruk tersebut. Sebab itu, pengelola wisata diminta untuk aktif memantau dan menerapkan kebijakan filter pedagang di kawasan wisata.

“Hal seperti ini justru bisa merusak image pariwisata kita. Maka kita imbau kepada orang-orang yang kerap melakukan aji mumpung ini, tolong jangan dilakukan. Sedangkan untuk teman-teman pengelola kita minta sering monitor lagi di wisatanya,” ujarnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Disbudpar #pop mie #aji mumpung #tempat wisata #Pedagang #banyuwangi