RadarBanyuwangi.id – Jumlah penumpang di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 5 Purwokerto dua hari usai Lebaran, Rabu (2/4) mengalami lonjakan. Tercatat 25.421 penumpang berangkat, sementara 28.957 tiba di berbagai stasiun.
Stasiun Purwokerto mencatat keberangkatan tertinggi dengan 6.914 penumpang, disusul Stasiun Kutoarjo (4.669 penumpang) dan Kroya (2.690 penumpang).
KAI telah mengantisipasi lonjakan ini dengan menambah perjalanan kereta dan meningkatkan layanan di stasiun.
KAI Daop 5 Purwokerto juga mengingatkan penumpang untuk mematuhi aturan bagasi selama arus balik Lebaran 2025.
Mengingat lonjakan jumlah penumpang, aturan ini harus diperhatikan agar perjalanan tetap nyaman.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, menegaskan bahwa setiap penumpang boleh membawa bagasi tanpa biaya tambahan dengan berat maksimal 20 kg dan volume 100 desimeter kubik. Dimensi barang juga tidak boleh lebih dari 70x48x30 cm.
Jika melebihi batas tersebut, penumpang akan dikenakan biaya tambahan sesuai kelas kereta, yakni Rp10.000/kg untuk eksekutif, Rp6.000/kg untuk bisnis, dan Rp2.000/kg untuk ekonomi.
Barang bawaan harus ditempatkan di rak bagasi atau tempat lain yang tidak mengganggu penumpang lain.
Jika berat barang melebihi 40 kg atau volumenya lebih dari 200 desimeter kubik, disarankan menggunakan layanan ekspedisi KAI Logistik.
Beberapa barang dilarang dibawa sebagai bagasi, seperti hewan, narkotika, senjata api, bahan mudah terbakar, serta benda berbau busuk atau yang mengganggu kenyamanan penumpang.
Krisbiyantoro juga mengimbau penumpang untuk datang lebih awal agar proses boarding berjalan lancar. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi