RadarBanyuwangi.id - Stasiun Malang menjadi salah satu titik tersibuk di H-3 Lebaran 1446 Hijriah.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang, dengan total 8.154 orang yang berangkat dan tiba di stasiun tersebut pada Jumat (28/3).
Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan bahwa dari total angka tersebut, sebanyak 4.020 penumpang berangkat ke berbagai tujuan, sementara 4.134 lainnya tiba di Malang. "Ini menjadi jumlah tertinggi selama masa Angkutan Lebaran 2025," ujarnya.
Sejak 21 hingga 28 Maret 2025, Stasiun Malang telah melayani keberangkatan 33.612 penumpang dan kedatangan 22.653 orang. Destinasi favorit para pemudik masih didominasi rute menuju Jakarta, Yogyakarta, dan Ketapang.
Beberapa kereta jarak jauh yang menjadi pilihan utama masyarakat adalah KA Tawang Alun (Malang-Ketapang), KA Malioboro Ekspres (Malang-Yogyakarta), KA Jayabaya (Malang-Pasar Senen), dan KA Gajayana (Malang-Gambir).
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, KAI Daop 8 mengoperasikan 13 kereta api jarak jauh setiap harinya, dengan total 6.614 kursi yang disediakan.
Antisipasi juga dilakukan guna menghindari kepadatan di sekitar stasiun. "Kami mengimbau calon penumpang datang lebih awal dan membawa identitas serta tiket agar proses boarding lebih lancar," tambah Luqman.
Selain itu, layanan face recognition di Stasiun Malang, Surabaya Gubeng, dan Surabaya Pasar Turi dioptimalkan untuk mempercepat akses masuk ke peron.
"Kami berkomitmen memberikan layanan terbaik agar perjalanan mudik lebih nyaman dan berkesan," pungkasnya. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi