Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kemacetan Tembus Hutan Cekik Jembrana Bali, Penumpang Bus Pilih Jalan Kaki Sejauh 5 Km ke Pelabuhan Gilimanuk

Niklaas Andries • Kamis, 27 Maret 2025 | 13:59 WIB
PENUH: Kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk beberapa waktu lalu.
PENUH: Kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk beberapa waktu lalu.

Radarbanyuwangi.id – Antrean arus penumpang dan kendaraan pemudik di Pelabuhan Gilimanuk Bali benar-benar krodt. Kendaraan yang akan menyeberang bahkan mengular hingga 5 kilometer dari areal pelabuhan.

Kendaraan antre hingga masuki kawan hutan Cekik. Situasi ini membuat pemudik tidak nyaman.

Sejumlah pemudik yang mengunakan bus, terutama bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dari Ubung menuju Gilimanuk menurunkan penumpang di jalan tengah hutan Cekik.

Bus yang kosong kemudian memilih memutar balik ke arah Denpasar.

Penumnpang yang turun langsung menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan berjalan kaki. Hal ini  tentu saja membuat jasa ojek menuai untung.

”Tadi sopir bilang sudah dekat pelabuhan, ternyata masih jauh. Busnya sudah balik,” kata Yoyo, pemudik asal Banyuwangi yang naik bus dari Terminal Ubung.

Yoyo memilih berjalan kaki bersama istri dan dua anaknya. Dengan menenteng barang bawaan mereka terpaksa menyewa jasa ojek.

Dengan ongkos Rp 20 ribu mereka bisa lebih cepat sampai ke pelabuhan.

Nasib serupa dialami Taufik, pemudik asal Jember. Dia sejatinya merupakan penumpang bus dari Ubung menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Dengan membawa tas besar dia memilih turun dari bus dan menggunakan ojek menuju Pelabuhan Gilimanuk. "Biar cepat sampai, lumayan jauh kalau jalan,” ujarnya.

Pemudik menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) juga memilih meninggalkan bus. Mereka memilih bus di pelabuhan jika sudah sampai.

Sementara itu masyarakat sekitaran Pelabuhan Gilimanuk, manfaatkan kemacetan ini untuk mencari cuan. Penumpang yang diturunkan maupun turun sendiri sebelum sampai di Pelabuhan Gilimanuk, ditawari ojek agar lebih cepat.

Tarifnya rata-rata Rp 20 ribu, tergantung jarak dan barang bawaan. Bahkan ada yang menawarkan tarif Rp 30 ribu.

Seperti yang dilakukan Subali, 40, antrean panjang dimanfaatkan untuk mencari untung dengan menawarkan jasa ojek. "Mumpung ada peluang, manfaatkan saja cari uang,” ujarnya. (*)

Editor : Niklaas Andries
#Pelabuhan Gilimanuk #terminal ubung #akdp #jembrana #denpasar #bali #gilimanuk #Ojek #bus #banyuwangi #cekik #jember #akap