Radarbanyuwangi.id – Animo masyarakat merayakan lebaran bersama keluarga di kampung halamannya cukup tinggi.
Hal ini setidaknya tampak dari penjualan tiket bus dari Denpasar ke sejumlah kota di Pulau Jawa pun ludes terjual.
Bukan itu saja, harga tiket yang dipatok pun ditengarai mengalami kenaikan cukup fantastis. Ludesnya tiket bus ini disinyalir karena banyak pemudik yang ingin berlebaran di kampung halamannya.
Disamping itu panjangnya fase liburan membuat banyak pemudik yang kemudian memilih untuk mudik lebih awal.
Sekadar diketahui saja, lebaran tahun ini cukup unik dan sedikit berbeda. Pasalnya berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Disisi lain, animo pemudik yang tinggi ini ternyata juga diikuti dengan melambungnya harga tiket bus.
Tengok saja bus jurusan Denpasar ke Yogjakarta naik sekitar 70 persen mencapai harganya Rp 700 ribu. Padahal biasanya Rp 380 ribu saja. Sedangkan Denpasar-Jember naik sekitar 40 persen.
Sebelumnya ke Jember harganya Rp160 ribu ke 230 ribu. Selanjutnya ada rute Denpasar ke Surabaya dari Rp 280 ribu meningkar Rp 350 ribu.”
Grafik pergerakan penumpang menggunakan bus terpantau pada 28 Maret 2025.
Salah satu operator bus, PO Gunung Harta, Ni Luh Putu Widyani mengatakan ada peningkatan penumpang dari tanggal 20 Maret dan membludak pada tanggal 28 Maret 2025.
Jumlah melonjak hingga 20-25 bus. Jumlah bus kategori eksekutif per bus 30-34 orang. Bus ekonomi jumlahnya 59 kursi dengan rute paling banyak ke Denpasar-Jember
.”Rute paling banyak ke Denpasar-Jember, sehari bisa berangkat 6 bus,” ucap Widyani.
”Sudah full booking, sudah penuh regular dan eksekutif dari dua mingguan, lalu. Yang sisa paling ke Jember Pembelian ke Jember langsung biasanya jarang ada yang booking,” terangnya.
Sementara itu bus harus sampai ke pelabuhan paling lambat pukul 15.00 karena dari pelabuhan tutup jam 17.00 sore, maka dari itu bus lebih awal berangkat.”
Biasanya kami terakhir berangkat jam 15.00 sore, pas tanggal 28 Maret maju jadi jam 10,” ujarnya. (*)
Editor : Niklaas Andries