Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tips Berlibur ke Pulau Bali saat Hari Raya Nyepi

Ali Sodiqin • Kamis, 20 Maret 2025 | 18:45 WIB
SILENT DAY: Selama perayaan Nyepi, listrik, ATM, dan jaringan internet akan dimatikan sementara. (Jawa Pos)
SILENT DAY: Selama perayaan Nyepi, listrik, ATM, dan jaringan internet akan dimatikan sementara. (Jawa Pos)

RADAR BANYUWANGI - Perayaan Hari Raya Nyepi merupakan momen penting bagi masyarakat Hindu Bali. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada Hari Sabtu tanggal 29 Maret 2025.

Persiapan untuk Nyepi telah dilakukan di Pulau Dewata sejak beberapa minggu sebelumnya, dengan keindahan budaya masyarakat Bali yang selalu menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun asing.

Banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke Bali, terutama saat Tahun Baru Saka, karena suasana Bali yang hening seperti pulau mati di kala Nyepi adalah pengalaman yang unik dan tidak bisa dijumpai di negara lain.

Saat memperingati Hari Raya Nyepi, masyarakat Bali melaksanakan Catur Brata Penyepian, yang terdiri dari empat aturan: amati geni (tidak menyalakan api atau cahaya), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

Catur Brata Penyepian dimulai sejak matahari terbit, biasanya pada pukul 06.00 pagi, hingga pukul 06.00 pagi esok harinya. Aturan ini berlaku di seluruh Bali, termasuk hotel, jalan, dan instansi pemerintahan.

Selama Nyepi, Bali akan sepi tanpa lalu lintas kendaraan, dan tidak diperkenankan menyalakan kompor, lampu, atau bahkan menyiarkan TV dan radio.

Hanya ambulans yang diperbolehkan beroperasi, sementara rumah sakit tetap buka untuk penanganan medis darurat.

Pecalang, atau polisi adat Bali, akan berkeliling untuk memastikan bahwa Catur Brata Penyepian dilaksanakan dengan tertib.

Menjelang perayaan Nyepi, umat Hindu Bali melaksanakan beberapa ritual penting. Ritual pertama adalah Melasti, yang bertujuan untuk membersihkan benda-benda suci ke laut, danau, atau sumber mata air.

Ritual ini diadakan beberapa hari sebelum Nyepi dengan membawa sesaji dan peralatan suci, diiringi alunan musik tradisional Bali.

Ritual kedua adalah Upacara Tawur Agung Kesanga, yang merupakan upacara pengorbanan suci untuk menetralisir roh jahat.

Upacara ini diadakan pada siang hari dan diakhiri dengan parade ogoh-ogoh yang diarak keliling jalan.

Bagi wisatawan yang menginap di hotel, biasanya mereka masih diizinkan untuk melakukan kegiatan di luar kamar, meskipun terbatas dan tidak menimbulkan suara bising.

Namun, jika menginap di daerah yang lebih dekat dengan pemukiman, seperti Ubud, aktivitas di luar kamar sangat dibatasi.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga akan tutup selama Nyepi, dengan semua penerbangan domestik dan internasional dibatalkan selama 24 jam.

Suasana bandara yang biasanya sibuk akan berubah menjadi sepi, meskipun petugas tetap berjaga untuk penerbangan darurat.

Sebelum Nyepi, semua mesin ATM akan dimatikan mulai pukul 18.00 WITA, sehingga wisatawan disarankan untuk menyiapkan uang tunai. Bank-bank juga akan tutup satu hari sebelum dan sesudah perayaan Nyepi.

Hotel-hotel di Bali menerapkan aturan bahwa tidak ada tamu yang diperkenankan check-in atau check-out selama Nyepi, dan biasanya memberlakukan aturan menginap minimal dua malam.

Banyak hotel yang menawarkan paket khusus Nyepi, yang dirancang untuk wisatawan yang ingin merasakan pengalaman unik ini.

Namun, selama Nyepi, wisatawan tidak diperbolehkan keluar dari lingkungan hotel, dan semua kegiatan usaha, termasuk restoran, praktis berhenti beroperasi.

Pihak hotel biasanya menyediakan sarapan dan menyarankan tamu untuk memesan makanan ke kamar untuk makan malam.

Peringatan Nyepi yang dilaksanakan seharian membuat Bali beristirahat selama 24 jam, menciptakan lingkungan bebas dari polusi suara dan udara, serta mengurangi emisi gas karbon dioksida.

Suasana malam yang biasanya ramai dan terang lampu jalan akan menjadi gelap gulita, memungkinkan bintang-bintang terlihat jelas di langit.

Nyepi juga berkontribusi pada penghematan pengeluaran negara dari penggunaan listrik, air, bensin, dan gas.

Dengan segala keunikan dan persiapan yang dilakukan, Nyepi di Bali bukan hanya menjadi momen spiritual bagi masyarakat Hindu, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda di Pulau Dewata. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Pecalang #tutup sementara #tips liburan #hari raya nyepi #bali #libur nyepi #hindu