Radarbanyuwangi.id – Arus mudik lebaran 2025 kali ini sedikit berbeda di bandingkan edisi mudik tahun sebelumnya. Dimana tahun ini arus mudik berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi.
Mengantisipasi kepadatan penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang. Pihak PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang pun sudah mempersiapkan langkah antisipasi.
Selain menerapkan delaying system, screening ticket, hingga buffer zone untuk memecah kepadatan pemudik. ASDP Ketapang juga turut mempersiapkan armada kapal ferry yang melayani rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Di lintasan Selat Bali, ASDP mensiagakan 54 kapal ferry. Dimana akan ada 28 kapal yang beroperasi setiap harinya. Jumlah kapal akan ditambah menjadi 32 buah seiring kebutuhan di lapangan nantinya.
Termasuk diantaranya mempersiapkan kapal perbantuan dengan ukuran lebih besar untuk mendukung operasional penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk.
"Dalam menghadapi event angkutan lebaran tahun ini, konsentrasi utama kami di daerah Gilimanuk karena bersamaan dengan libur Hari Raya Nyepi," ujar General Manager (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yani Andrianto.
Diprediksi, arus mudk di Pelabuhan Gilimanuk maupun Ketapang akan terjadi lebih awal. Ini disebabkan karena bersamaan dengan Nyepi di Bali.
ASDP juga memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) tiga Kementerian dan Kepolisian RI yang dimulai 24 Maret sampai 8 April 2025.
Yani juga mengimbau kepada calon penumpang kapal untuk membeli tiket melalui aplikasi resmi milik ASDP, Ferizy, atau melalui gerai resmi yang terafiliasi dengan perbankan guna menghindari calo tiket. (*)