Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jalur Mudik Ruas Jalan Nasional Denpasar - Giimanuk di Wilayah Jembrana Bali Rawan Kecelakaan: Penyebabnya Ternyata Ini

Niklaas Andries • Minggu, 16 Maret 2025 | 05:43 WIB
Kecelakaan yang melibatkan tiga mobil diduga jadi penyebab kemacetan parah di jalan utama Denpasar menuju Gilimanuk, Jembrana, Bali. (Tangkapan layar Facebook Info Selemadeg Raya)
Kecelakaan yang melibatkan tiga mobil diduga jadi penyebab kemacetan parah di jalan utama Denpasar menuju Gilimanuk, Jembrana, Bali. (Tangkapan layar Facebook Info Selemadeg Raya)

Radarbanyuwangi.id – Calon pemudik yang akan melintasi ruas Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk patut meningkatkan kewaspadaannya.

Terutama bagi pemudik yang berkendara saat malam hari sedianya harus lebih berhati-hati.

Pasalnya jalan nasional tersebut sejauh ini masih minim penerangan. Kondisi tersebut tentu saja sangat membahayakan.

Sebab bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.

Tak mengherankan bila kondisi Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk saat ini membutuhkan penerangan jalan umum (PJU) yang memadai.

Ada puluhan spot di ruas jalan tersebut yang membutuhkan PJU

Situasi ini diungkapkan Kepala Bidang Perhubungan pada Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana, I Gede Ariadi.

Menjelang arus mudik lebaran, pihaknya sudah melakukan pemantauan jalur mudik di wilayah Jembrana.

”Sepanjang jalur mudik ini, selain kondisi jalan yang baik. Paling dibutuhkan adalah penerangan jalan,” jelasnya.

PJU di ruas Jalan Denpasar - Gilimanuk dipastikan sudah tidak ada yang mengalami kerusakan.

Seperti di median jalan Kota Negara, dan sekitar kota sudah diperbaiki beberapa bulan lalu.

”Kalau lampu yang di kota sudah menyala,” ujarnya.

Namun yang menjadi persoalan, lampu penerangan jalan umum di Jalan Denpasar - Gilimanuk yang menjadi kewenangan dan tanggung jawab Balai Jalan.

Dari pengecekan, banyak lampu yang kondisinya sudah lama alias belum diganti.

”Mengenai lampu PJU yang mati, sudah pernah kami koordinasikan dengan balai, tapi belum ada tindakan,” ujarnya.

Salah satu lampu penerangan jalan yang mati sejak beberapa tahun ini, jembatan sungai Tukadaya Penghubung Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya.

Dengan situasi jalan yang berliku -liku, menjadi salah satu titik rawan kecelakaan. Sayangnya, lampu penerangan jalan sudah lama mati dan tidak kunjung diperbaiki.

Selain itu, jalan di wilayah hutan Cekik juga banyak yang mati belum diperbaiki.

Sejumlah ruas jalan yang rawan kecelakaan juga membutuhkan penerangan jalan, sehingga pihaknya meminta instansi terkait untuk segera menindaklanjuti.

”Kalau sepanjang jalan Denpasar- Gilimanuk di wilayah Jembrana, mungkin butuh banyak. Puluhan atau ratusan,” ujarnya.

Terkait dengan terminal kargo, karena akan menjadi buffer zone kendaraan yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.

Pihaknya sudah menyiapkan lampu untuk penerangan areal parkir yang berada di wilayah Kelurahan Gilimanuk tersebut.

”Lampu sudah siap, tinggal pemasangan jaringan dan pemasangan lampu,” tegasnya.(*)

Editor : Niklaas Andries
#Denpasar - Gilimanuk #jembrana #Penerangan Jalan Umum (PJU) #bali #kecelakaan #dinas perhubungan #Pemudik #penerangan #jalan nasional #lalu lintas #mudik