Pemudik dari Bali diperkirakan akan memadati Pelabuhan Gilimanuk jelang perayaan Nyepi dilangsungkan pada 29 Maret 2025 mendatang. Menganti potensi tersebut, pihak ASDP Ketapang pun sudah melakukan serangkaian antisipasi.
Selain memaksimalkan dermada dan kapal ferry yang ada. ASDP bersama stake holer lainnya akan menerapkan rekayasa lalu lintas dan buffer zone untuk mengurai kepadatan.
Disisi lain, antisipasi potensi kepadatan juga dilakukan ASDP dengan memperluas kanal pembayaran tiket Ferizy. Ini dilakukan untuk memudahkan transaksi pengguna jasa alias calon pemudik itu sendiri.
Kini pembayaran pemesanan tiket kapal ferry di aplikasi Ferizy bisa dilakukan melalui transfer bank, virtual account, serta e-wallet seperti LinkAja, ShopeePay, Blu BCA Digital.
Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengoptimalkan persiapan agar layanan Angkutan Lebaran tahun ini berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
Diprediksikan, jumlah penumpang penyeberangan di lintasan terpantau nasional mencapai sekitar 4,56 juta orang dan total kendaraan sebanyak 1,1 juta unit atau masing-masing naik 10 persen dari realisasi tahun lalu.
"Dengan prediksi kenaikan sebesar 10 persen, manajemen dermaga siap operasi sebanyak 50 unit (44 unit milik ASDP, 6 unit non ASDP) sedangkan kapal siap operasi tercatat sebanyak 215 unit kapal (50 kapal ASDP, dan 165 unit reguler non ASDP)," jelas Shelvy Arifin Corporate Secretary ASDP. (*)
Editor : Niklaas Andries