Radarbanyuwangi.id – Momen arus mudik lebaran 2025 dan Hari Raya Nyepi yang berdekatan membuat potensi kepadatan calon pemudik mewarnai penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin menekankan mengantisipasi lonjakan arus kendaraan dan penumpang pada dua momen penting tersebut.
Pihak ASDP akan melakukan sejumlah langkah penting. Diantaranya dengan memperkuat fasilitas dan kapasitas di sejumlah pelabuhan utama.
Di lintasan Merak–Bakauheni, ASDP telah berkoordinasi dengan KSOP selaku regulator yang menetapkan jadwal.
Ada 47 kapal telah disiapkan di Merak-Bakauheni dengan kapasitas harian mencapai 25.067 kendaraan.
Pelabuhan Ciwandan dan Bojonegara (BBJ) juga akan difungsikan sebagai pelabuhan alternatif dengan kapasitas tambahan hingga 7.573 kendaraan per hari.
Sementara di di Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk, ASDP bersama dengan regulator dan stakeholder terkait juga telah mempersiapkan langkah antisipasi.
Diantaranya dengan mengoperasikan kapal berkapasitas besar.
Selain itu buffer zone dan rekayasa lalu lintas saat puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran, 1 (satu) hari sebelum Hari Raya Nyepi juga akan diberlakukan. (*)
Editor : Niklaas Andries